DaerahEkbisPemerintah Aceh

DPMG bersama TP-PKK Aceh Berikan Pelatihan Pemasaran Online untuk UMKM di Tamiang

2137
×

DPMG bersama TP-PKK Aceh Berikan Pelatihan Pemasaran Online untuk UMKM di Tamiang

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dinas DPMG Aceh Dr. Ir. Zulkifli, MSi menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada kelompok perempuan Bungong Tanjong, disela-sela pelatihan pemasaran online di Kampung Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, Minggu (19/9/2021).  FOTO/ DOK DPMG ACEH

posaceh.com, Kuala Simpang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Provinsi Aceh bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh menggelar pelatihan pemasaran online untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kerupuk kedondong, sirup dan abon di Kampung Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, Minggu, (19/9/2021).

 

Plt Kepala Dinas DPMG Aceh Dr. Ir. Zulkifli, MSi dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa pelatihan bagi usaha kecil menengah merupaka hari kedua setelah sebelumnya pelatihan yang sama juga diberikan di Kota Langsa. “Hari kedua ini kita laksanakan pelatihan untuk para pengusaha mikro di Aceh Tamiang, sebelumnya sudah kita lakukan di Langsa,” katanya.

T Dahrul Bawadi, owner Bawadi Coffe dan Asia Mart memberikan materi pada pelatihan pemasaran online Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk kelompok perempuan Bungong Tanjong di Kampung Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, Minggu (19/9/2021). 
FOTO/ DOK TP PKK ACEH

Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten harus memiliki komitmen untuk membangun ekonomi masyarakat secara tuntas dan bila ada kendala harus segera ditindaklanjuti. “Komitmen membangun ekonomi harus dilakukan secara tuntas, tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.

 

Zulkifli optimis, usaha masyarakat akan berhasil jika dilakukan secara bersama, jika tidak dilakukan secara masif usaha bisa mati ditengah jalan. “Kita tidak ingin apa yang sudah terbangun sia-sia bahkan sampai mati ditengah jalan,” terang Zulkifli.

 

Menurutnya, Pemerintah tidak bisa masuk ke dalam masyarakat untuk melakukan pembinaan jika tidak ada embrio usaha yang dikembangkan. “Kita tidak bisa melakukan pembinaan jika ditengah masyarakat sendiri tidak memiliki usaha yang sedang dikembangkan,” tutur Zulkifli.

 

Selain itu, Zulkifli berharap, agar Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) menjadi leader dalam pemasaran dan BUMG juga harus mampu menganalisa kelemahan dan peluang usaha, sehingga BUMG dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat gampong. “Kita harapkan BUMG bisa jadi holding jika ada persoalan terkait usaha masyarakat, BUMG juga harus bersinergi dengan DPMG agar usaha masyarakat dapat tumbuh dengan baik, jika ada kendala tentu melalui sinergi tersebut bisa tepecahkan,” harapnya.

Suasana pelatihan pemasaran online Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk kelompok perempuan Bungong Tanjong yang digelar DPMG Aceh bersama TP PKK Aceh di Kampung Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, Minggu (19/9/2021). 
FOTO/ DOK TP PKK ACEH

Selanjutnya, Camat Bandar Mulia, Muhammad Farid mengucapkan terimakasih kepada DPMG Provinsi Aceh dan juga TP PKK Aceh yang telah peduli kepada masyarakat Bandar Mulia dalam peningkatan ekonomi masyarakat. “Kita berterima kasih kepada Pemerintah baik Provinsi maupun Daerah atas kepeduliannya dalam peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah nya. Apalagi ditengah pandemi Covid-19,” katanya.

 

Kata Farid, selama ini kendala yang dihadapi adalah minimnya angka produksi yang dihasilkan rendah, selain itu juga faktor cuaca. “Cuaca sangat mempengaruhi jumlah produksi, saat ini untuk usaha kerupuk tingkat produksi dalam sehari cuma tiga kilo, oleh karena itu kami mengharapkan DPMG dapat membantu mengatasi persoalan ini,” pinta Farid.

 

Ia menerangkan, produk kerupuk halal food sudah memiliki Izin Produksi Rumah Tangga (IPRT) sehingga mudah untuk dikembangkan. “Produksi ini telah memiliki izin produksi sehingga mudah untuk dikembangkan, dan mudah-mudahan dengan pelatihan ini, produk unggulan kami dapat berkembang ke skala yang lebih besar,” pungkas Farid.

 

Sementara itu, Datuk Penghulu Tanjung Keramat, Jafar sidiq menyampaikan bahwa Bungong Tanjung merupakan kelompok perempuan yang bergerak dibidang usaha kecil dan rumah tangga. “Usaha BUMK ini telah terdaftar dikementrian dan dalam aktifitasnya kami juga membutuhkan open pengering, tempat produksi serta penunjang produksi lainnya,”

 

Pelatihan yang berlangsung sehari dan diikuti 12 peserta dengan menghadirkan pelaku usaha seperti T Dahrul Bawadi, owner Bawadi Coffe dan Asia Mart, dan Mustafa Kamal Muslim. Keduanya merupakan nara sumber yang memahami dunia digital.

 

Hadir pada pelatihan tersebut, Pejabat DPMG Aceh, Pengurus TP PKK Aceh, Pengurus TP PKK Kabupaten Aceh Tamiang, unsur Muspika Bandar Mulia, aparatur Kampung Tanjung Keramat, Danpol, Demdeska, Perkimcam, Balai suraa dan MDSK setempat.(Muiz/MarDG)