posaceh.com, Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menegaskan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara merata untuk 152 desa di kabupaten setempat.
Pernyataan itu disampaikan Safaruddin dalam coffe morning bersama jurnalis, dan turut dihadiri Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi (Abi Roni), serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), di Blangpidie, Sabtu (7/11/2026).
Safaruddin menekankan, setiap rupiah uang daerah yang tertuang dalam APBK wajib memberikan dampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, maupun pemberdayaan UMKM.
“Setiap rupiah APBK harus berdampak pada masyarakat, baik untuk pembangunan infrastruktur, ekonomi, hingga UMKM. Selama ini malah ada desa yang sama sekali tidak pernah tersentuh APBK. Ke depan ini akan kita ratakan,” kata Safaruddin.
Ia menambahkan, kucuran anggaran pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki pola pembangunan di masa depan yang lebih proporsional.
“Jangan seperti selama ini, pembangunan menggunakan APBK bertumpuk-tumpuk di beberapa desa saja. Sementara ada desa yang tidak tersentuh APBK sama sekali. Kita pastikan hingga akhir masa jabatan nanti, seluruh 152 desa di Abdya mendapatkan porsi pembangunan,” ujarnya.
Di samping reformasi anggaran, Bupati Safaruddin menuturkan bahwa program inovasi pelayanan kesehatan bertajuk “Doto Saweu Gampong” (Dokter Mengunjungi Desa) terus ditingkatkan.
Program sistem jemput bola ini digagas sebagai jembatan medis sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat pelosok yang masih enggan ke fasilitas kesehatan formal akibat takut terhadap jarum suntik.
“Warga kita di desa kalau demam masih ada yang takut disuntik. Mereka lebih memilih berobat kampung dengan ramuan dedaunan atau tradisi rajah seumapa (media cincang kunyit dan kapur). Cara pengobatan tradisional seperti ini boleh-boleh saja, tetapi mengecek kesehatan secara medis ke fasilitas kesehatan itu juga sangat penting,” katanya.
Tidak hanya mengobati, tim dokter yang turun ke desa-desa juga difungsikan untuk memberikan penyuluhan mengenai gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.
Safaruddin ikut mengkritisi tingginya konsumsi makanan berlemak dan bersantan di tengah masyarakat yang memicu berbagai penyakit timbul di masyarakat.
“Maka, tugas dokter nanti memberikan edukasi bahwa berobat ke fasilitas medis itu aman, penanganan demam tidak selalu harus dengan suntikan melainkan bisa dengan obat minum,” katanya.
Dalam kesempatan ini, pemerintah daerah juga mengulas berjalannya program “Saweu Sikula” (Mengunjungi Sekolah) yang difokuskan pada peningkatan mutu dan pengawasan kualitas pendidikan secara langsung ke lembaga-lembaga sekolah di Abdya.
Tak hanya itu, ia juga merincikan sejumlah proyek strategis yang akan berjalan pada tahun ini baik melalui sokongan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Proyek prioritas tersebut meliputi kelanjutan pembangunan pasar modern, pembangunan jembatan penyeberangan yang melintasi Krueng Beukah menghubungkan area depan Pendopo Bupati langsung ke pasar modern serta pembangunan jalan dua jalur hotmix menuju pendopo.
Terkait estetika perkotaan, Pemkab Abdya juga akan melakukan langkah penataan ulang di kawasan Pasar Inpres Blangpidie.
Aset daerah yang dinilai padat tersebut secara bertahap akan dialihfungsikan dan ditata ulang menjadi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) guna mempercantik tata ruang ibu kota.(Muh/*)











