Daerah

Dugaan Temuan Cacing pada Menu MBG Gegerkan Siswa SMAN 1 Tapaktuan, SPPG Minta Maaf

37
×

Dugaan Temuan Cacing pada Menu MBG Gegerkan Siswa SMAN 1 Tapaktuan, SPPG Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Temuan benda yang diduga cacing dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diterima SMAN 1 Tapaktuan, Aceh Selatan, Jumat (25/9/2026). (Foto/Kolase: Ist)

posaceh.com, Tapaktuan – Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tapaktuan, Aceh Selatan, digegerkan atas temuan benda yang diduga cacing dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (25/9/2026).

Temuan tersebut diketahui sekitar pukul 11.20 WIB, saat guru dan siswa membuka wadah makanan atau omprengan yang didistribusikan ke sejumlah kelas.

Kepala SMAN 1 Tapaktuan, Kurnaidi, mengatakan benda yang diduga cacing itu ditemukan pada komponen makanan yang terdiri dari daging dan timun.

“Di kelas, guru membuka omprengan terlebih dahulu. Saat makanan dibuka, ditemukan seperti cacing di bagian daging dan timun,” kata Kurnaidi kepada wartawan, Jumat.

Setelah temuan tersebut diketahui, pihak sekolah mengambil langkah dengan menarik kembali porsi MBG yang belum sempat dikonsumsi siswa.

Kurnaidi mengatakan pihak sekolah berharap penyedia makanan memperketat pemeriksaan terhadap makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.

“Kami berharap pihak SPPG lebih hati-hati dan memperhatikan proses pemeriksaan makanan sebelum dibagikan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Adapun menu MBG yang diterima siswa pada Jumat (25/9/2026) tersebut terdiri dari roti bun, chicken crispy patty saus mentai, kacang tahu, lalapan timun, tomat, selada, dan buah pisang.

Program MBG untuk wilayah tersebut disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Ruang Kito Basamo.

Minta Maaf

Menanggapi temuan tersebut, Kepala SPPG Aceh Selatan Tapaktuan Padang, Amirul Hadi Hasibuan, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke SMAN 1 Tapaktuan.

Dari hasil pengecekan tersebut, Amirul membenarkan adanya cacing di dalam ompreng makanan yang diterima siswa. Namun, ia menyebut cacing tersebut berasal dari sayur selada, bukan dari chicken crispy patty.

“Setelah kami cek ke sekolah terkait, benar adanya cacing di ompreng tersebut. Namun dari jumlah ompreng 773 di SMA 1, yg di kembalikan hanya 2 ompreng. Cacing tersebut berasal dari sayur selada, bukan dari chicken crispy patty yang dibakar,” kata Amirul kepada posaceh.com, Jumat (25/9/2026).

Amirul menyebut kejadian tersebut merupakan kelalaian dari pihak SPPG. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan berjanji akan melakukan perbaikan dalam pelaksanaan operasional.

“Hal tersebut murni kelalaian dari pihak SPPG. Saya, Amirul Hadi Hasibuan, selaku Kepala SPPG Aceh Selatan Tapaktuan Padang, meminta maaf atas kejadian ini dan berjanji akan memperbaiki kinerja serta memperketat pengawasan operasional ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh Selatan, Novira Rahmadani, mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai temuan tersebut.

Saat dikonfirmasi posaceh.com, Novira mengatakan dirinya belum memperoleh informasi secara rinci karena sedang menjalani perawatan di RSUDYA.

“Kalau mengenai itu saya belum dapat informasi secara pasti, karena saat ini sedang menjalani rawat inap di RSUDYA,” kata Novira.

Novira mengatakan dirinya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh mengenai kejadian tersebut karena masih menjalani perawatan.(Ade)