ParlementariaPemko Banda Aceh

PKKMB FKIP USM, Musriadi Aswad Tekankan Kepemimpinan dan Karakter Mahasiswa

22
×

PKKMB FKIP USM, Musriadi Aswad Tekankan Kepemimpinan dan Karakter Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr Musriadi Aswad MPd, menyampaikan materinya pada PKKMB FKIP USM di Aula FKIP USM, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, meminta mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah (USM) membangun karakter, integritas dan jiwa kepemimpinan sejak berada di perguruan tinggi.

Musriadi mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, sejak awal harus membangun integritas, disiplin, tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama,” ujar Musriadi, saat menjadi pemateri pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FKIP USM di Aula FKIP USM, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan melalui jabatan dalam organisasi. Kepemimpinan justru terlihat dari sikap, perilaku dan kemampuan memberikan keteladanan.

Ia meminta mahasiswa tidak membangun kepemimpinan melalui intimidasi, kekerasan maupun praktik senioritas yang merendahkan mahasiswa lain.

“Pemimpin bukan orang yang membuat orang lain takut. Pemimpin adalah orang yang mampu memberikan keteladanan, melindungi yang lemah, menghargai perbedaan dan membawa orang lain menjadi lebih baik,” tegasnya.

*Tolak Bullying

Musriadi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan bullying atau perundungan sebagai bagian dari budaya kampus. Ia meminta seluruh mahasiswa ikut menjaga lingkungan kampus tetap aman dan nyaman.

“Jangan pernah menganggap bullying sebagai candaan. Jika sebuah candaan membuat seseorang merasa dipermalukan, direndahkan atau takut, maka itu bukan lagi candaan,” katanya.

Ia meminta mahasiswa yang mengetahui adanya perundungan maupun kekerasan tidak memilih diam. Mahasiswa harus berani mencegah, mendukung korban dan melaporkan tindakan tersebut melalui mekanisme yang tersedia.

Musriadi juga mengingatkan mahasiswa agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Teknologi, katanya, harus dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi dan gagasan positif, bukan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, fitnah maupun mempermalukan orang lain.

Musriadi menilai mahasiswa FKIP memiliki tanggung jawab lebih besar karena sebagian dari mereka akan menjadi guru dan pendidik. Kemudian, pembentukan karakter calon guru harus dimulai sejak di bangku kuliah. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik.

“Guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik. Karena itu, sebelum mengajarkan karakter kepada anak-anak, calon guru harus terlebih dahulu menunjukkan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa baru FKIP USM tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas dan kepedulian sosial.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang mengejar nilai. Jadilah mahasiswa yang memiliki nilai dalam kehidupan—berilmu, berakhlak, berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Musriadi.(Why/*)