Daerah

Meuseuraya Maulid Hidupkan Kembali Gotong Royong di Aceh Besar

28
×

Meuseuraya Maulid Hidupkan Kembali Gotong Royong di Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Cek Medya Hus menjadi pembicara pada Workshop Drama Musikal dan Pentas Budaya Meuseuraya Maulid Nabi di Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (3/9/2026). FOTO/ ROLLY

posaceh.com, Kota Jantho — Tradisi gotong royong masyarakat Aceh dihidupkan kembali melalui Meuseuraya Maulid Nabi yang digelar di Lapangan Beungong Jeumpa, Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam dua hari yakni pada 2–3 September 2026 tersebut, memadukan tradisi Maulid dengan seni dan budaya melalui seminar, workshop, pawai budaya Islami, pembacaan shalawat, pertunjukan seni tradisi, drama musikal dan kenduri Maulid.

Ketua Panitia, Benni Andika MSn mengatakan kegiatan itu tidak dirancang sekadar sebagai peringatan Maulid, tetapi sebagai ruang bagi masyarakat untuk kembali terlibat dalam tradisi dan gotong royong.

“Meuseuraya bukan hanya kegiatan Maulid, tetapi bagaimana masyarakat kembali terlibat dan bekerja bersama dalam sebuah kegiatan kebudayaan,” kata dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh itu.

Sejumlah penari menampilkan karya tari pada Drama Musikal dan Pentas Budaya Meuseuraya Maulid Nabi di Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (3/9/2026). FOTO/ ROLLY

Ia menjelaskan, tradisi Maulid di Aceh memiliki fungsi sosial selain nilai keagamaan. Persiapan kenduri, memasak dan makan bersama menjadi bagian dari praktik gotong royong yang diwariskan antargenerasi.
“Nilai gotong royong dalam persiapan kenduri inilah yang ingin kami hadirkan kembali melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Pengelolaan Tradisi Religius sebagai Pilar Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif, Harmonis, dan Berkelanjutan di Kabupaten Aceh Besar” tersebut, digagas dan dilaksanakan melalui dukungan Program Dana Indonesiana Tahun 2025.

Kegiatan tersebut juga didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia Raya, LPDP, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, ISBI Aceh serta sanggar komunitas di Aceh Besar.

Cek Medya Hus bersama tim menampilkan Seumapa pada Drama Musikal dan Pentas Budaya Meuseuraya Maulid Nabi di Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (3/9/2026). FOTO/ ROLLY

Berbagai kelompok masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk generasi muda, komunitas seni, tokoh agama, pelajar, kelompok perempuan, kelompok disabilitas dan masyarakat umum.

Drama musikal Meuseuraya, menjadi salah satu agenda utama. Pertunjukan tersebut mengangkat nilai Maulid dan gotong royong sekaligus melibatkan generasi muda dalam pengenalan tradisi lokal.

Masyarakat Kota Jantho menyambut pertunjukan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan.

Ketua Panitia sekaligus penerima manfaat Dana Indonesiana Tahun 2025, Benni Andika SSn MSn, menyampaikan sambutannya pada Drama Musikal dan Pentas Budaya Meuseuraya Maulid Nabi di Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (3/9/2026). FOTO/ ROLLY

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Cut Jarita SPd turut memberikan sambutan. Kegiatan dibuka oleh Ketua Jurusan Seni Pertunjukan ISBI Aceh, Angga Eka Karina.

Selain pertunjukan, kenduri Maulid menjadi bagian penting kegiatan. Masyarakat terlibat dalam proses memasak hingga makan bersama sebagai praktik gotong royong.

Benni mengatakan pemilihan Lapangan Beungong Jeumpa bertujuan menjadikan ruang publik sebagai tempat masyarakat berinteraksi dan menjalankan kegiatan kebudayaan.

Peserta mengikuti pawai budaya dalam rangka memeriahkan Drama Musikal dan Pentas Budaya Meuseuraya Maulid Nabi di Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (3/9/2026). FOTO/ ROLLY

“Ruang publik dapat digunakan untuk berkumpul, belajar, berkesenian dan menjalankan tradisi. Karena itu, masyarakat harus diberi ruang untuk terlibat langsung,” paparnya.

Ia berharap keterlibatan generasi muda dapat menjaga keberlanjutan tradisi Maulid dan gotong royong di Aceh Besar.

“Generasi muda tidak cukup hanya mengenal tradisi. Mereka perlu terlibat langsung agar memahami proses dan nilai yang ada di dalamnya,” imbuhnya.(Why)