Daerah

Syeh Medya Hus Hipnotis Penonton, Ca’e Aceh Warnai Penutupan GEMA Santri Fest 2026

26
×

Syeh Medya Hus Hipnotis Penonton, Ca’e Aceh Warnai Penutupan GEMA Santri Fest 2026

Sebarkan artikel ini

posaceh.com, Kota Jantho – Suasana Malam Penutupan GEMA Santri Fest 2026 di Gampong Lambeugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, semakin semarak dengan penampilan seni tradisi Aceh. Seniman tradisi Aceh, Syeh Medya Hus, tampil memukau membawakan Ca’e Aceh yang disajikan secara spontan bersama Syeh P dan Ahadi PJ.

Penampilan yang berlangsung di halaman Meunasah Gampong Lambeugak, Sabtu malam, 29 Agustus 2026, menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian masyarakat. Syair-syair spontan yang disampaikan dengan iringan gaya khas seni tutur Aceh tersebut mampu membangun suasana meriah sekaligus menghibur para penonton.

Ca’e Aceh merupakan salah satu bentuk seni tutur tradisional yang mengandalkan kemampuan seniman dalam merangkai syair secara spontan sesuai situasi dan tema yang berkembang. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan, nasihat, kritik sosial maupun gambaran kehidupan masyarakat dengan bahasa yang dekat dengan keseharian.

Kehadiran Syeh Medya Hus bersama Syeh P dan Ahadi PJ menjadi warna tersendiri dalam rangkaian penutupan GEMA Santri Fest 2026. Interaksi spontan dengan suasana dan penonton membuat pertunjukan terasa hidup dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati halaman meunasah.

Syeh Medya Hus dikenal sebagai salah satu seniman tradisi Aceh yang menekuni seni tutur dan syair Aceh. Melalui penampilannya, ia turut menjaga keberlangsungan kesenian tradisional agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi muda.

Menurutnya, seni tradisi tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga perlu terus diberi ruang untuk tampil di tengah masyarakat. Kehadiran kegiatan seperti GEMA Santri Fest dinilai menjadi salah satu ruang yang baik untuk mempertemukan generasi muda dengan kekayaan seni dan budaya Aceh.

Selain pertunjukan seni tradisi, malam penutupan GEMA Santri Fest 2026 turut dihadiri Anggota Komisi III DPRA, Hasballah, S.Ag., perwakilan Camat Kuta Cot Glie, Danramil, Kapolsek, pengurus IPPERMATA, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Gampong Lambeugak.

Dalam kesempatan tersebut, Hasballah turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar dalam rangkaian GEMA Santri Fest 2026.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh perwakilan Camat Kuta Cot Glie, Ampon Cek.

Penutupan GEMA Santri Fest 2026 tidak hanya menjadi akhir dari seluruh rangkaian perlombaan dan kegiatan, tetapi juga meninggalkan pesan penting tentang perlunya menjaga tradisi dan budaya lokal. Penampilan Ca’e Aceh oleh Syeh Medya Hus, Syeh P dan Ahadi PJ menjadi salah satu pengingat bahwa seni tradisi Aceh masih memiliki tempat di tengah masyarakat, terutama ketika diberikan ruang untuk tampil di hadapan generasi muda.(Abrar)