posaceh.com, Blangkejeren – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues mengusulkan percepatan pembangunan permanen tujuh jembatan dan Jalan Lesten kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Langkah tersebut ditujukan untuk memulihkan konektivitas wilayah terdampak bencana hidrometeorologi serta mendukung kembali aktivitas masyarakat.
Usulan itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhullah bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi saat bertemu sejumlah pejabat Kementerian PU di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah titik infrastruktur yang dinilai mendesak untuk ditangani secara permanen.
Fadhullah mengatakan, sinergi antara Pemprov Aceh, Pemkab Gayo Lues, dan pemerintah pusat diperlukan agar penanganan infrastruktur terdampak bencana dapat dilakukan lebih cepat.
“Memperkuat sinergi sangat penting untuk mempercepat pergerakan pemulihan daerah yang terdampak bencana,” ujar Fadhullah dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, pembangunan kembali infrastruktur tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan, tetapi juga memastikan keselamatan warga, kelancaran distribusi logistik, serta pemerataan pembangunan di Gayo Lues.
“Kami mengusulkan demi pemulihan konektivitas, pemerataan pembangunan, dan keselamatan masyarakat Gayo Lues. Infrastruktur yang tangguh merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap Kementerian PU dapat segera merespons usulan ini,” kata Fadhullah.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues Suhaidi mengatakan, usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari dua kali kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke Gayo Lues.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran melihat langsung kondisi infrastruktur terdampak dan meminta pemerintah daerah (pemda) menyampaikan kebutuhan mendesak kepada pemerintah pusat.
“Penanganan darurat sudah berjalan bertahap. Namun, pembangunan permanen perlu segera dimulai agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terus terhambat,” tutur Suhaidi.
Adapun pembangunan permanen yang diajukan mencakup Jembatan Aih Bobo dan Jembatan Kendawi dengan bentang masing-masing 80 meter; Jembatan Rerebe di Tripe Jaya dan Jembatan Pintu Rime masing-masing 180 meter.
Jembatan Atu Peltak Penomon Jaya serta Jembatan Simpang Kenyaran–Aih Ilang masing-masing 80 meter; serta Jembatan Lesten sepanjang 120 meter.
Selain tujuh jembatan tersebut, Pemprov Aceh dan Pemkab Gayo Lues mengusulkan pembangunan Jalan Lesten sepanjang 10,7 kilometer (km).
“Karena itu, pascabencana hidrometeorologi, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama kami agar masyarakat Gayo Lues bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar,” ujar Suhaidi.(Muh/*)











