Olahraga

PSSI Banda Aceh Genjot Pembinaan SSB dan Bidik Talenta Muda Jadi Pemain Profesional

23
×

PSSI Banda Aceh Genjot Pembinaan SSB dan Bidik Talenta Muda Jadi Pemain Profesional

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Umum PSSI Kota Banda Aceh, Ir Khaidir TM MM, menyerahkan bola kaki kepada Pelatih Kepala SSB Putra IMKA Iwan Klops, di Lapangan Sepak Bola IMKA, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Kamis (20/8/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh – Assosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Banda Aceh menggenjot pembinaan sepak bola usia dini melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai langkah menyiapkan talenta muda menuju pemain profesional. Penguatan pembinaan dilakukan dengan mendorong peran aktif pelatih, orang tua serta menghadirkan lebih banyak kompetisi bagi pemain usia 8 hingga 13 tahun.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum PSSI Kota Banda Aceh, Ir Khaidir TM MM, saat mengunjungi SSB Putra IMKA sekaligus menyerahkan bantuan bola kaki di Lapangan Sepak Bola Putra IMKA (Ie Masen Kayee Adang), Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kamis (20/8/2026) sore.

Pada kesempatan itu, Khaidir menyerahkan bantuan bola kaki sekaligus berdialog dengan pemain, pelatih dan orang tua. Ia mengajak seluruh pihak tidak hanya melihat sepak bola sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan prestasi anak.

Foto bersama pada kunjungan Sekretaris Umum PSSI Kota Banda Aceh, Ir Khaidir TM MM, ke Lapangan Sepak Bola IMKA, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Kamis (20/8/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

“Kita ingin melihat langsung bagaimana pembinaan berjalan. Anak-anak ini harus mendapat dukungan bersama, bukan hanya dari pelatih, tetapi juga dari orang tua dan lingkungan,” kata Khaidir.

Menurutnya, Banda Aceh memiliki potensi besar dalam pembinaan pesepakbola usia dini. Saat ini terdapat sekitar 80 SSB yang terdaftar, namun tidak seluruhnya aktif menjalankan pembinaan secara berjenjang.

“Dari sekitar 80 SSB yang terdaftar, yang benar-benar aktif, punya pelatih, manajemen dan pembinaan berjenjang sekitar 24 SSB. Ini yang harus kita dorong agar terus berkembang,” ujarnya.

Khaidir menyebut pembinaan kelompok usia 8, 10 hingga 13 tahun sangat penting karena menjadi tahap awal untuk membentuk kemampuan dasar pemain. Pada fase tersebut, anak-anak tidak hanya diajarkan teknik bermain, tetapi juga disiplin, kerja sama tim dan sportivitas.

“Usia ini adalah masa untuk menggembleng mereka. Kalau pembinaannya benar sejak awal, ketika sudah besar mereka akan lebih siap masuk ke klub-klub yang ada di Aceh,” paparnya.

Ia menilai meningkatnya antusiasme anak-anak terhadap sepak bola menjadi peluang yang harus dimanfaatkan. Karena itu, PSSI Kota Banda Aceh tidak ingin pembinaan berhenti pada latihan rutin, tetapi harus diikuti kompetisi yang terukur.

“Anak-anak jangan hanya latihan. Mereka harus punya kompetisi. Dengan turnamen, mereka punya target, lebih serius berlatih dan belajar sportif,” terangnya.

Untuk itu, PSSI Kota Banda Aceh saat ini sedang menyiapkan agenda kompetisi usia dini, termasuk turnamen SSB yang mempertemukan tim dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Selain itu, wacana Piala Wali Kota Banda Aceh juga diharapkan dapat segera direalisasikan sebagai wadah kompetisi bagi pemain usia dini.

PSSI Banda Aceh juga berencana menjadikan turnamen piala bergilir sebagai agenda tahunan. Kompetisi tersebut sebelumnya telah digelar untuk kelompok usia 8 sampai 13 tahun dengan piala bergilir dari Ketua Askot PSSI Kota Banda Aceh, Heri Julius.

“Insya Allah ke depan kita ingin ini menjadi agenda setiap tahun. Kita sedang menyiapkan konsepnya karena pembinaan usia dini harus konsisten,” tuturnya.

Sekretaris Umum PSSI Kota Banda Aceh, Ir Khaidir TM MM, bersama Plt Ketua PSAB Aceh Besar Mariadi ST MM menyalami para pesepakbola cilik SSB Putra IMKA, di Lapangan Sepak Bola IMKA, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Kamis (20/8/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

*15 Tahun Tenggelam, Sepak Bola Banda Aceh Mulai Bangkit

Di sisi lain, Khaidir juga menyoroti perkembangan prestasi sepak bola Banda Aceh di level kompetisi daerah. Setelah cukup lama tidak menunjukkan prestasi berarti, tim Pra PORA Kota Banda Aceh akhirnya berhasil lolos ke PORA yang dijadwalkan berlangsung di Aceh Jaya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sepak bola Kota Banda Aceh. “Sekitar 15 tahun sepak bola Banda Aceh seperti tenggelam dan tidak muncul. Alhamdulillah, tahun lalu tim Pra PORA kita berhasil lolos ke PORA. Ini sesuatu yang sangat membanggakan,” katanya.

Ia berharap keberhasilan lolos ke PORA tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat. Menurutnya, prestasi tersebut harus dibangun melalui pembinaan yang berkesinambungan dari tingkat SSB.

“Kalau ingin prestasi berkelanjutan, kita harus mulai dari bawah. Bibit-bibit inilah yang menjadi modal utama PSSI Kota Banda Aceh untuk membangun sepak bola ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khaidir menyatakan, dukungan terhadap SSB akan terus dilakukan, baik melalui penyelenggaraan kompetisi maupun dukungan terhadap kebutuhan lainnya.

“Kita ingin anak-anak ini semakin bergairah bermain bola. Dari SSB inilah kita berharap lahir pemain-pemain yang nantinya bisa membawa nama Banda Aceh dan Aceh,” pungkasnya.

Sementara itu, Iwan C, pelatih SSB Putra IMKA, mengucapkan terimakasih atas kunjungan Sekum Askot PSSI Banda Aceh dan juga memberikan bolah untuk latihan. “Tentu kunjungan kami dan seluruh pemain sangat senang. Harapannya PSSI dapat terus memperhatian SSB,” pungkasnya.(Why)