posaceh com, Kota Jantho – Direktur Badan Pekerja AMANAH Aceh, Dr. Safwan Nurdin, S.E., M.Si secara resmi membuka Festival Ornamen Aceh 2026 di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (19/7/2026). Mengusung tema Eksplorasi Kreatif Ornamen Aceh: Merawat Tradisi, Menembus Zaman , festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menggali, melestarikan, sekaligus mengembangkan ornamen tradisional Aceh menjadi karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing global.
Dalam sambutannya, Safwan Nurdin menegaskan bahwa ornamen Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan bukan hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai salah satu produk unggulan ekonomi kreatif yang mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara.
Ornamen Aceh memiliki kekayaan filosofi, estetika, dan nilai historis yang sangat kuat. Tantangan kita hari ini adalah mentransformasikan warisan budaya tersebut menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai tambah, memiliki daya saing, dan mampu menembus pasar internasional. Budaya harus menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat ujar Safwan.
Menurutnya, motif-motif khas Aceh memiliki peluang besar untuk diterapkan pada berbagai produk industri kreatif seperti fesyen, kriya, desain interior, suvenir, kemasan produk, hingga karya digital yang memiliki nilai jual tinggi.

Negara-negara maju berhasil menjadikan identitas budayanya sebagai kekuatan industri kreatif. Aceh juga memiliki modal budaya yang luar biasa. Dengan inovasi, desain yang adaptif, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas kreatif, ornamen Aceh dapat menjadi identitas produk unggulan ekspor dari Aceh tambahnya.
Ketua Panitia Festival Ornamen Aceh 2026, Muhammad Mahfud, mengatakan festival ini merupakan upaya bersama untuk memastikan ornamen Aceh tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi terus hidup, berkembang, dan menginspirasi lahirnya karya-karya kreatif generasi muda.
Ornamen Aceh bukan sekadar elemen dekoratif, tetapi merepresentasikan identitas, nilai, filosofi, dan perjalanan peradaban masyarakat Aceh. Melalui festival ini kami ingin mengajak generasi muda mengenal akar budayanya, mencintainya, lalu mengembangkannya menjadi produk kreatif yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi ujar Mahfud.
Festival yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, dan LPDP tersebut menghadirkan seminar mengenai sejarah dan filosofi ornamen Aceh, workshop eksplorasi motif tradisional, serta ruang kolaborasi antara seniman, desainer, pelaku UMKM, akademisi, dan komunitas kreatif.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peserta, festival ini menghadirkan narasumber dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh,yakni Andi Kafri, M.Sn seniman sekaligus akademisi seni, serta Muhammad Hamzah, M.Sn, akademisi yang memiliki keahlian di bidang seni kriya. Keduanya membagikan pengetahuan mengenai sejarah, filosofi, dan karakteristik ornamen Aceh, sekaligus memberikan pendampingan dalam mengembangkan motif-motif tradisional menjadi karya kriya dan produk ekonomi kreatif yang inovatif, bernilai estetis, serta memiliki peluang untuk dipasarkan di tingkat nasional maupun internasional.
Seluruh rangkaian kegiatan terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Panitia mengajak pelajar, mahasiswa, pegiat seni, desainer, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif untuk memanfaatkan festival ini sebagai ruang belajar, berinovasi, dan memperkuat identitas budaya Aceh melalui ekonomi kreatif.
Melalui Festival Ornamen Aceh 2026, AMANAH menegaskan komitmennya menjadi pusat pengembangan kreativitas generasi muda yang menghubungkan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi kreatif. Diharapkan, ornamen Aceh tidak hanya semakin dikenal sebagai identitas budaya Aceh, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan ekonomi kreatif berorientasi ekspor yang mampu meningkatkan daya saing daerah, membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas pasar produk kreatif Aceh hingga ke berbagai negara.(Hadi)











