Opini

Sejarah Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

59
×

Sejarah Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Muhammad Syarif (kanan) bersama seorang teman. (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh Bung Syarif*

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Milineum ketiga yang sedang kita jalani ini, adalah sebuah era di mana kekuatan global mendeterminasi hampir setiap aspek kehidupan manusia. Era ini, diprediksikan sejumlah pakar dan futurology, merupakan transisi teritorial yang sangat penting, dimana keutuhan sebuah bangsa mulai rapuh dan pada akhirnya akan lenyap. Kiprah manusia tak lagi terikat dan dapat diikat dengan semangat nasionalisme. Karena aktivitas dan sikap manusia pada umumnya lebih didasarkan pada universalitas dan bersifat primordial.

Manusia yang hidup dalam milenium ketiga ini, disyaratkan untuk memiliki wawasan yang luas, baik bersifat intelektual maupun moral. Tanpa adanya wawasan intelektual, seseorang akan dengan mudah tertipu dan hanyut dalam emosi massa yang tak terkendali. Persyaratan yang sama, juga berlaku bagi generasi muda (remaja), wawasan intelektual dan moral harus benar-benar dimiliki. Karena remaja rentan terhadap kontaminasi negatif dari era informasi dan globalisasi ini.

Organisasi Remaja Masjid Baiturrahman Banda Aceh, yang notabene berbasis di Masjid Raya Baiturrahman dan beranggotakan aktivis remaja masjid atau guru TPQ Plus Baiturrahman, Aktivis ISKADA, Pengelola Pustaka Masjid lahir tahun 1984 yang didirikan oleh Drs Ameer Hamzah, Zaini Yusuf, Basri A Bakar.

Pada awal berdirinya kepemimpinan Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ditunjuk langsung oleh Pengurus Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Pada masa kepemimpinan Zaini Yusuf kiprah organisasi ini, kurang berjalan sebagaimana yang diharapkan. Kemudian diteruskan oleh Basri A Bakar pada 1992-1996. Masa kepemimpinan organisasi ini juga stagnan dikarenakan Basri A Bakar melanjutkan Studi Magíster IPB di Bogor, kemudian diteruskan oleh Ameer Hamzah.

Pada saat kepemimpinan organisasi ini dipimpin oleh Drs Ameer Hamzah dirasakan urat nadi organisasi berjalan. Hal ini terbukti di tangan beliaulah kemudian eksis TPA Baiturrahman yang kemudian diganti namanya menjadi TPQ Plus Baiturrahman.

Bukan hanya itu, Gema Baiturrahman (Tabloid Jumaatan) juga berkat kegigihan beliau dalam mengelola organisasi yang dikenal dengan “Remaja Masjid Raya Baiturrahman”. Padahal Ameer Hamzah hanya pejabat sementara Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kemudian dilanjutkan oleh Drs Sayed Muhammad Husen tahun 1999-2003.

Pelaksanaan Mubes I Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dimulai pada masa kepemimpinan Kanda Drs Sayed Muhammad Husen, 12 September 1999. Pada masa inilah dasar-dasar organisasi diletakkan.

AD/ART pun disusun sebagai panduan organisasi. Sehingga dirumuskanlah masa kepemimpinan ideal organisasi ini adalah 3 tahun sekali, kemudian diadakan Musyawarah Besar (Mubes), Baca AD/ART Remas Baiturrahman.

Pada masa Sayed Muhammad Husen beliau berhasil membentuk lembaga Ekonomi (Baitul Qirad) sebagai pusat ekonomi Islam. Kemudian dilanjutkan oleh Shafwan Bendadeh SHI (hasil Mubes II).

Pada masa Shafwan Bendadeh SHI sistem perekrutan Remaja Masjid sudah terarah, misalkan salah satu syarat untuk menjadi pengurus Remaja Masjid harus melakukan pengkaderan Remaja Masjid.

Pada masa Shafwan Bendadeh SHI, beliau berhasil menghidupkan Brigade Masjid. Pada masa Shafwan juga anggaran tahunan Remas ada. Beliau memimpin organisasi ini pada 2003-2006.

Setahun setelah memimpin organisasi ini, terjadi bencana maha dahsyat yaitu gempa dan tsunamin yang meluluhlantakkan seluruh sendi kehidupan. Sehingga seluruh aset organisasi lenyap disapu tsunami.

Pada Awal Tahun 2006. Shafwan berinisiatif untuk menyegarkan kembali kepengurusan organisasi yang telah vakum akibat gempa dan tsunami, yang akhirnya terpilihlah Muhammad Syarif SHI sebagai generasi ke-6 yang duduk sebagai Ketua Umum Remaja Masjid Raya Baiturrahman periode 2006-2009.
Kepemimpinan generasi ke-6 berdasarkan hasil Mubes III, pada 19 September 2006.

Kiprah organisasi ini semakin eksis. Hal ini disebabkan kegigihan Muhammad Syarif dalam mengelola organisasi ini dan membangun relasi dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh. Hal-hal yang baik di masa Shafwan Bendadeh dilanjutkan seperti pembentukan Brigade Masjid, Training Kepemipinan Remaja Masjid (Pengkaderan), Baksos, Bazar serta melakukan modifikasi program sesuai kondisi kekinian.

Berbagai terobosan dilakukan demi keberlangsungan organisasi ini. Bukan hanya itu kegiatan pun semakin berkembang. Mitra kerjasamapun semakin meningkat sebut saja Pemda NAD, Pemko Banda Aceh, BPD Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Radio Baiturrahman, Gema Baiturrahman, Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Toss FM, Radio Antero bahkan BRR NAD-Nias, serta berbagai NGO Nasional dan Internasional juga memberikan dukungan demi kelancaran roda organisasi Remaja Masjid ini.

Ada dua program besar yang telah berhasil dijalankan oleh Remas Baiturrahman pada masa kepemimpinan saudara Muhammad Syarif SHI yaitu program pembinaan Aqidah Bagi Mu`allaf se-Aceh serta program pemberdayaan ekonomi Mu`allaf hasil kerjasama BRR NAD-Nias, Deputi Agama dan Sosbud yang kala itu dipimpin oleh Kanda Yuniazi selaku penangungjawab di BRR NAD-Nias.

Berbagai program pembinaan dan pengembangan potensi bagi pemuda, terus digalakkan oleh Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh di bawah kepemimpinan Muhammad Syarif, antara lain: Gema Ramadhan, Pelatihan Jurnalistik, Lomba Mewarnai dan Kaligrafi, Kontes Da`i Cilik, Lomba Cerita Agama, Bakti Sosial, Remas Award, Pengkaderan Remaja Masjid, Dakwah Pantai, Talkshow di Radio serta Pembinaan bagi Remaja Masjid Banda Aceh dan Aceh Besar.

Semoga ke depan Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh semakin baik. Pemimpin yang baik adalah sosok yang tidak mencari kesalahan seniornya, akan tetapi cenderung memberikan apresiasi atas hasil karya setiap seniornya. Ingat manusia tidak ada yang sempurna.

Semoga tulisan ini menjadi inspirasi berharga bagi siapa saja generasi yang menjadi Ketua Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh di masa yang akan datang.

Maksud dan tujuan eksistensi Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh:

Tujuan Umum adalah mengembalikan kecintaan generasi muda pada gerakan kemasjidan sekaligus mengasah kemampuan manajerial kepemimpinan yang cinta Qur`ani.

Adapun tujuan khusus:
• Memfungsikan masjid sebagai sentral pembinaan umat dalam berbagai aspek kehidupan.
• Menjadikan lingkungan masjid sebagai wadah aktivitas, kreativitas dan inovasi bagi kalangan remaja.
• Mempertajam wawasan keilmuan dan kecintaan terhadap ajaran Islam.

Program Kerja Remaja Masjid Baiturrahman Tahun 2006-2009

Departemen SDM & Pengkaderan :
a. Kaderisasi Remaja Masjid
b. Pelatihan Khatib
c. Pelatihan Jurnalistik
d. Fullow up pengkaderan
e. Pelatihan Tazhid Mayat.

Departemen Kajian Islami dan Strategis
a. Sosialisasi Qanun Syariat Islam
b. Bedah Buku/Fiqh
c. Kajian Tafsir Qur`an/Kajian Ahadan
d. Seminar/Loka karya/Workshop isu-isu aktual.

Departemen Pengembangan Ekonomi dan Koperasi
a. Pembentukan Koperasi Remaja Masjid
b. Bazar Buku.

Departemen Informasi dan Hubungan antar lembaga
a. Studi banding ke Masjid Istiqlal Jakarta dan Malaysia
b. Kerjasama dengan NGO, lembaga pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan Telkomsel pada event-event kegiatan remaja.

Departemen Kemakmuran Masjid dan PHBI
a. Menyambut dan memperingati Hari-Hari Besar Islam
b. Pengaturan shaf shalat di Masjid Raya Baiturrahman
c. Melaksanakan Gema Ramadhan dan Bakti Sosial
d. Lomba Da`i Cilik Antar TPQ se Aceh/Kota Banda Aceh.
e. Remas Award

Departemen Pendidikan dan Pengembangan Al-Qur`an
a. Belajar seni baca Qur`an/Tilawatil Qur`an
b. Pelatihan Manajemen TPA/TPQ
c. Pelatihan Khaligrafi
d. Lomba Kaligrafi Antar Santri TPQ se-Kota Banda Aceh

Departemen Seni dan Olah Raga
a. Pelatihan seni drama dan seni rupa
b. Lomba Dalael Khairat Antar Remaja Masjid
c. Latihan bela diri setiap minggu pagi
d. Lomba Futsal Antar Remaja Masjid

Brigade Masjid
a. Menghidupkan Brigade Masjid sebagai instrument pengawasan syariat Islam di lingkungan Masjid Raya Baiturrahman

Biro Muslimah
a. Menghidupkan kelompok diskusi muslimah
b. Konseling bagi calon lintoe dan dara baroe
c. Pelatihan dan seminar keluarga sakinah

Biro Penerbitan
a. Mengelola dan menerbitkan Majalah dinding
b. Penerbitan Buletin Remaja
c. Pembuatan Konten Kreatif

Biro Advokasi dan HAM
a. Studi tentang hukum dan praktek pengadilan
b. Diskusi Implementasi Qanun Syariat Islam bagi Remaja Masjid

Di Mubes ke-4 pada 25 September 2010, Muhammad Syarif kembali terpilih sebagai Ketua Umum Periode kedua yang kemudian dilanjutkan oleh Anwar Ridha SPd pada Mubes ke-5. Selaku insan yang dhaif tentu ada kekurangan dalam memimpin Remaja Masjid Raya Baiturrahman selama dua periode, semoga kepemimpinan Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang kini berubah nomenklaturnya menjadi Remaja Masjid Raya Baiturrahman Aceh sejalan dengan Lahirnya UPTD Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Eksistensi Remaja Masjid Raya Baiturrahman Aceh semakin berjaya. Takbir!!!

* Muhammad Syarif, SHI, MH., Mantan Ketua Umum Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef.