News

ASDP Sampaikan Keprihatinan atas Insiden Kapal Aceh Hebat 2, Fokus Utama Penanganan Korban

29
×

ASDP Sampaikan Keprihatinan atas Insiden Kapal Aceh Hebat 2, Fokus Utama Penanganan Korban

Sebarkan artikel ini
Ardhi Ekapaty direktur SDM dan layanan korporasi PT. ASDP Indonesi Fery FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ledakan di kamar mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 yang mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar pada Jumat, 12/6/2026.

Dalam keterangan pers bersama wartawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh, Sabtu, 13/6/2026, Direktur SDM dan Layanan Korporasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ardhi Ekapaty, mengatakan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah penanganan korban dan pendampingan terhadap keluarga yang terdampak.

“Pertama-tama, atas nama Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi pada Kapal Aceh Hebat 2. Fokus kami saat ini tertuju pada para korban yang sedang menjalani perawatan serta keluarga yang mendampingi mereka,” ujar Ardhi.

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan kejadian, manajemen ASDP langsung menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memprioritaskan penanganan korban. ASDP juga terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, regulator, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.

“Pada saat yang sama, kami mendukung penuh proses investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang. Kami berkomitmen untuk bersikap terbuka dan kooperatif, serta menjadikan hasil investigasi sebagai dasar evaluasi dan penguatan aspek keselamatan operasional ke depan,” katanya.

Menurut Ardhi, keselamatan pengguna jasa merupakan prioritas utama ASDP. Oleh karena itu, perusahaan akan terus hadir mendampingi para korban dan keluarganya serta memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang terbaik.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan ASDP pascakejadian meliputi aktivasi prosedur tanggap darurat kapal, pemberian pertolongan pertama kepada korban, evakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat, serta penyampaian laporan kepada otoritas terkait.

Selain itu, ASDP juga melakukan pengamanan lokasi kejadian, pengumpulan data dan bukti awal, pembentukan tim investigasi internal perusahaan, serta koordinasi intensif dengan regulator dan instansi terkait untuk mendukung proses penyelidikan.

Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.(Hadi)