Daerah

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

29
×

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Sebarkan artikel ini
Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tamiang. FOTO/Dok. Satgas PRR

posaceh.com, Aceh Tamiang – Jembatan Gantung Perintis Garuda sepanjang 240 meter yang membentang di atas Sungai Tamiang kini menjadi salah satu jembatan gantung perintis terpanjang di Indonesia sekaligus ikon baru Kabupaten Aceh Tamiang.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Sekerak Kiri, Kecamatan Sekerak, yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Pembangunan jembatan diselesaikan dalam waktu tiga bulan oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gabungan sebagai respons cepat terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025.

Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu atau memutar perjalanan darat melalui Karang Baru dan Sungai Liput dengan waktu tempuh satu hingga dua jam. Kini, perjalanan antardesa dapat ditempuh hanya dalam lima menit.

Komandan Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa Kolonel Infanteri (Inf) Ali Imran mengatakan, Jembatan Gantung Perintis Garuda dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.

“Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak ada akses. Atas permintaan masyarakat pascabanjir Aceh, akhirnya kami bangun. Panjangnya 240 meter dan menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (27/5/2026).

Ali menjelaskan bahwa jembatan selebar 1,2 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram (kg) itu dibangun untuk mempercepat mobilitas masyarakat di dua desa yang selama ini dipisahkan aliran Sungai Tamiang.

Selain menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan, Jembatan Gantung Perintis Garuda juga mulai berkembang menjadi destinasi wisata baru di Aceh Tamiang.

Panorama alam Sekerak dan arsitektur jembatan menjadi daya tarik utama warga untuk berswafoto, menikmati suasana sore, atau sekadar mengabadikan momen senja di atas sungai. Sementara itu, bagi para pelajar, kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda menghadirkan rasa aman dan kemudahan yang selama ini mereka nantikan. Seorang siswi di kawasan tersebut mengaku kini dapat berangkat ke sekolah tanpa harus menggunakan perahu seperti sebelumnya.

“Kalau pergi sekolah sekarang lebih mudah. Tidak perlu naik boat lagi, bisa langsung melintasi jembatan,” ujarnya seraya menyampaikan terima kasih kepada prajurit TNI dan pemerintah yang telah membangun jembatan tersebut.

Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya membuka konektivitas fisik, tetapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh Tamiang setelah diterpa bencana.(Muh/*)