Nasional

PLN Minta Maaf, Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Usai Blackout di Sumatera

16
×

PLN Minta Maaf, Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Usai Blackout di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha Putra dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026). FOTO/KOMPAS.com

posaceh.com, Jakarta – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Sumatera kembali normal dan tidak akan terjadi lagi pemadaman listrik pada Senin (25/5/2026) usai gangguan besar yang menyebabkan blackout di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5/2026).

Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, seluruh pembangkit besar di sistem Sumatera mulai kembali masuk dan beroperasi secara bertahap.

“Insya Allah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera. Sekali lagi kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat,” kata Edwin dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Menurut Edwin, gangguan bermula pada Jumat pukul 18.44 WIB ketika terjadi gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri menuju Sumsel 5 yang menjadi bagian dari jalur utama penyaluran listrik Sumatera bagian timur.

Ia menjelaskan, sistem kelistrikan Sumatera memiliki dua jalur utama transmisi, yakni koridor timur 500 kV dan jalur barat 275 kV yang menyalurkan energi listrik dari wilayah selatan menuju utara Sumatera.

Saat gangguan terjadi, dua sirkuit transmisi mengalami trip diduga akibat cuaca buruk berupa hujan dan angin kencang.

Akibatnya, aliran listrik yang biasanya melewati jalur timur berpindah ke jalur barat.

Perpindahan arus listrik tersebut memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan dan frekuensi yang sangat tinggi.

Kondisi itu membuat jalur transmisi barat ikut mengisolasi diri untuk mencegah gangguan lebih luas. “Nah kemudian di titik tersebut, arah Muara Bungo ke Sungai Rumbai, dua sirkuit juga trip,” kata Edwin.

Akibatnya, sistem kelistrikan Sumatera terpisah menjadi dua bagian. Wilayah selatan mengalami kelebihan pasokan listrik, sedangkan wilayah utara justru kekurangan daya.

Edwin mengatakan, sistem pertahanan kelistrikan di wilayah selatan berhasil bekerja sehingga tidak terjadi pemadaman di Lampung dan sebagian besar Palembang.

Namun di wilayah utara, frekuensi listrik terus turun sehingga pembangkit-pembangkit mengalami trip secara beruntun hingga terjadi efek domino.

PLN kemudian melakukan pengecekan infrastruktur transmisi selama dua jam pertama untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik pada jaringan.

Setelah sistem transmisi dinyatakan aman, PLN mulai melakukan pemulihan pembangkit secara bertahap melalui skema black start menggunakan pembangkit diesel dan gas yang mampu menyala mandiri.

Pembangkit diesel dan gas di Banda Aceh, Medan, dan Riau mulai menyuplai listrik dalam waktu sekitar 3 sampai 5 jam.

Selanjutnya, pembangkit PLTGU seperti di Arun dan Belawan mulai beroperasi dalam waktu 10 sampai 15 jam.

Sementara itu, pembangkit PLTU membutuhkan waktu lebih lama untuk normal kembali, yakni sekitar 20 hingga 30 jam.

Edwin mengatakan, seluruh sistem sempat kembali normal pada Minggu (24/5/2026) pukul 06.17 WIB.

Namun pada malam harinya, PLN kembali melakukan pemadaman sementara selama hampir dua jam akibat lonjakan beban saat waktu maghrib dan masih adanya kekurangan daya sekitar 200 hingga 300 MW.

“Terpaksa kami padamkan kembali, tetapi itu berlangsung dari jam 18.36 sampai jam 20.15,” kata dia.

Kini, PLN memastikan kondisi sistem kelistrikan Sumatera telah kembali stabil seiring masuknya pembangkit-pembangkit besar ke jaringan.(Muh/*)