OlahragaPemkab Aceh Besar

Raker KONI Aceh Besar Hasilkan Sejumlah Rekomendasi Strategis Menuju PORA 2026

29
×

Raker KONI Aceh Besar Hasilkan Sejumlah Rekomendasi Strategis Menuju PORA 2026

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum KONI Aceh Besar, Bakhtiar ST MSi menerima rekomendasi dari perwakilan perserta Raker KONI Aceh Besar, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (23/5/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Kota Jantho – Rapat Kerja (Raker) KONI Aceh Besar menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang menjadi pedoman organisasi dan pembinaan atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 di Kabupaten Aceh Jaya.

Ketua Umum KONI Aceh Besar, Bakhtiar ST MSi mengatakan, rekomendasi yang dihasilkan melalui pembahasan komisi tersebut merupakan hasil musyawarah bersama seluruh peserta raker dan perwakilan cabang olahraga (cabor) guna memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan prestasi olahraga Aceh Besar.

“Rekomendasi yang lahir dalam rapat kerja ini merupakan hasil kesepakatan bersama untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta mempersiapkan kontingen Aceh Besar agar mampu tampil maksimal pada PORA 2026,” kata Bakhtiar, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (23/5/2026).

Pada Komisi A yang membahas bidang organisasi, peserta raker merekomendasikan agar KONI Aceh Besar memberikan pemberitahuan kepada pengurus cabang olahraga enam bulan sebelum masa kepengurusannya berakhir. Jika tidak ditindaklanjuti, maka satu bulan menjelang berakhirnya masa kepengurusan, KONI Aceh Besar melalui Bidang Organisasi diwajibkan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga terkait.

Selain itu, komisi juga merekomendasikan pemberian sanksi bagi pengurus cabang olahraga yang tidak melaksanakan Muscab hingga masa kepengurusannya berakhir. Komisi A turut mengusulkan adanya bantuan dana bagi klub-klub olahraga di bawah naungan pengurus cabang, bantuan pelaksanaan Muscab, serta dukungan sarana dan prasarana olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

“Pembinaan olahraga tidak hanya berbicara soal prestasi atlet, tetapi juga bagaimana organisasi cabang olahraga berjalan dengan baik dan tertib administrasi. Karena itu, penguatan kelembagaan menjadi salah satu fokus utama rekomendasi yang dihasilkan,” ujar Bakhtiar.

Sementara itu, Komisi B yang membahas pembinaan dan prestasi olahraga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting terkait persiapan menuju PORA 2026. Salah satunya adalah peningkatan kualitas pelatih melalui berbagai program pengembangan kapasitas agar mampu mendampingi atlet secara optimal selama masa persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.

Komisi juga merekomendasikan pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Pelatda) desentralisasi bagi atlet dan pelatih cabang olahraga yang telah lolos PORA, yang direncanakan berlangsung mulai Juli hingga November 2026.

“Persiapan atlet harus dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. Pelatda menjadi salah satu instrumen penting agar kondisi fisik, teknik, dan mental atlet tetap terjaga menjelang PORA,” kata Bakhtiar.

Dalam rekomendasi tersebut juga disebutkan bahwa atlet yang telah lolos PORA diberikan kesempatan mengikuti program try in maupun try out sebanyak satu hingga tiga kali guna meningkatkan pengalaman bertanding dan mengukur kemampuan menghadapi lawan dari daerah lain.

Komisi B turut mengatur pola pendampingan atlet selama PORA. Cabang olahraga yang meloloskan empat atlet direkomendasikan didampingi oleh satu pelatih dan satu asisten pelatih. Sementara cabang olahraga yang meloloskan lebih dari empat atlet akan menyesuaikan jumlah pendamping berdasarkan rasio kebutuhan atlet dan pelatih.

Untuk cabang olahraga nomor spesialisasi, seluruh atlet yang dinyatakan lolos PORA direkomendasikan didampingi oleh pelatih masing-masing guna memastikan pembinaan dan strategi pertandingan berjalan optimal.

Selain itu, peserta raker merekomendasikan agar seluruh atlet yang lolos dapat diberangkatkan mengikuti PORA di Aceh Jaya. Dukungan terhadap peningkatan kapasitas wasit melalui kegiatan yang diselenggarakan Pengprov maupun Pengurus Besar (PB) cabang olahraga juga menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian, dengan harapan adanya dukungan penuh dari KONI Aceh Besar.

“Keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh atlet dan pelatih, tetapi juga kualitas perangkat pertandingan seperti wasit dan juri. Karena itu peningkatan kapasitas mereka juga harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Bakhtiar.

Komisi B juga menekankan pentingnya pemenuhan peralatan pertandingan yang sesuai dengan kebutuhan jumlah atlet serta standar yang ditetapkan oleh Pengurus Besar masing-masing cabang olahraga. Sementara penentuan atlet dan pelatih terbaik direkomendasikan berdasarkan hasil yang diperoleh pada ajang Pra PORA setiap cabang olahraga.

Bakhtiar berharap seluruh rekomendasi yang telah disepakati dapat menjadi landasan kerja KONI Aceh Besar dan seluruh pengurus cabang olahraga dalam menyongsong PORA 2026.

“Seluruh rekomendasi ini akan menjadi pedoman bagi KONI Aceh Besar dalam menyusun langkah-langkah strategis ke depan. Harapan kita bersama, seluruh elemen olahraga dapat bersinergi sehingga target prestasi yang telah ditetapkan dapat tercapai pada PORA 2026,” pungkas Bakhtiar.(Why)