Pemko Banda Aceh

Bersama Wali Kota, Wamenkes RI Tinjau Sejumlah Layanan Kesehatan di Banda Aceh

23
×

Bersama Wali Kota, Wamenkes RI Tinjau Sejumlah Layanan Kesehatan di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, saat meninjau salah satu layanan kesehatan masyarakat di Banda Aceh, Kamis (22/5/2026). FOTO/ DISKOMINFOTIK BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, yang meninjau langsung sejumlah layanan kesehatan masyarakat di Banda Aceh, Kamis (22/5/2026).

Turut hadir dalam kesempatan itu, Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI dr. Andi Saguni, Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Kepala Dinkes Aceh Ferdyus, Ketua TP-PKK Banda Aceh Dessy Maulidha Azwar, Kepala Dinkes Banda Aceh Wahyudi, Kapus Luengbata dr. Qurrata Aini.

Adapun kunjungan diawali ke Posyandu Sejahtera Gampong Panteriek, Wamenkes meninjau langsung berbagai layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan balita dan lansia, pemantauan status gizi, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Selanjutnya, Wamenkes RI melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Lueng Bata. Pada kesempatan tersebut, Wamenkes turut memberikan vaksin imunisasi kepada balita serta meninjau fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di puskesmas tersebut.

Wamenkes RI Dante menjelaskan bahwa Puskesmas Lueng Bata telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni sistem pelayanan kesehatan terintegrasi berdasarkan siklus hidup masyarakat mulai dari kesehatan ibu dan anak, remaja, dewasa hingga lansia. Menurutnya, implementasi ILP menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer yang berkualitas dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Illiza mengungkapkan bahwa kehadiran Bapak Wakil Menteri Kesehatan menjadi perhatian dan dukungan yang sangat berarti bagi Banda Aceh dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. “Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan layanan,” ujar Illiza.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan ke depan.

“Kesehatan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan. Karena itu kami terus memperkuat sinergi lintas sektor agar pelayanan kesehatan di Banda Aceh semakin baik, merata, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(Tamam)