EkbisNasional

Toyota Dukung Rencana Insentif Lebih Besar untuk Mobil Listrik Berbasis Nikel

23
×

Toyota Dukung Rencana Insentif Lebih Besar untuk Mobil Listrik Berbasis Nikel

Sebarkan artikel ini
Toyota bZ4X dan Urban Cruiser di GIIAS 2025. FOTO/KOMPAS.com

podaceh.com, Jakarta – PT Toyota Astra Motor (TAM) merespons positif rencana pemerintah yang akan memberikan insentif lebih besar untuk mobil listrik berbasis baterai nikel.

Kebijakan tersebut dinilai dapat mendukung hilirisasi industri sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah tengah mematangkan skema insentif baru untuk pembelian battery electric vehicle (BEV) pada semester II/2026.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah pemberian subsidi lebih besar untuk mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel dibanding non-nikel.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan tersebut dibuat agar pemanfaatan nikel dalam negeri semakin optimal. Baca juga: BYD M6 DM Resmi Hadir, PHEV Pertama BYD di Indonesia “Yang baterainya berbasis nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Perhitungannya nanti dilakukan oleh Menteri Perindustrian. Kenapa yang nikel lebih besar subsidinya? Karena supaya nikel kita terpakai,” ujar Purbaya.

Menanggapi hal itu, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, Toyota pada dasarnya mendukung seluruh kebijakan pemerintah terkait industri otomotif nasional. “Pada dasarnya Toyota Astra Motor, Toyota Indonesia pasti mendukung semua kebijakan pemerintah. Karena kami yakini bahwa pemerintah juga memikirkan tentang industri otomotif di Indonesia,” ujar Bansar saat ditemui di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Menurut dia, Toyota sebagai produsen dan distributor kendaraan menyambut baik kebijakan yang bertujuan mendukung kebutuhan konsumen sekaligus pengembangan industri otomotif nasional. “Kemudian untuk melihat kebijakan pemerintah, pastinya kita sebagai produsen, sebagai juga distributor, kita menyambut baik. Bahwa apalagi memang kalau disampaikan bahwa tujuannya adalah untuk mengurangi konsumsi,” kata Bansar.

Ia menambahkan, Toyota juga mendukung berbagai kebijakan yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi konsumen kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

“Apapun kebijakan itu untuk customer, kita dukung. Dan kami sebagai Toyota Astra Motor, kita juga melihat bahwa bukan hanya kebijakan itu yang bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan customer, tapi juga ada kebijakan-kebijakan lain. Yang pastinya juga Toyota juga merasakan,” ujar dia.

Bansar juga menilai, langkah pemerintah yang ingin mendorong hilirisasi industri nikel merupakan hal positif bagi perkembangan industri otomotif nasional.

“Jadi kalau untuk itu, apalagi kalau misalkan kebijakan yang terbaru adalah untuk meningkatkan hilirisasi. Itu sangat baik. Kita sebagai Toyota Astra Motor pasti akan mendukung semua kebijakan pemerintah,” kata Bansar.

Rencana pemberian insentif lebih besar untuk mobil listrik berbasis nikel sebelumnya juga mendapat respons positif dari sejumlah pelaku industri otomotif.

Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu memaksimalkan potensi sumber daya alam Indonesia sekaligus mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional.(Muh/*)