Internasional

UEA Keluar dari OPEC Imbas Perang Iran, Kecewa dengan Negara-negara Arab

19
×

UEA Keluar dari OPEC Imbas Perang Iran, Kecewa dengan Negara-negara Arab

Sebarkan artikel ini
Bendera Uni Emirat Arab yang kembali berkibar di gedung kedutaan besar di Damaskus, menandakan kembalinya hubungan diplomasi antara kedua negara, Kamis (27/12/2018).FOTO/AFP

posaceh.com, Abu Dabhi – Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+.

Ini menjadi pukulan berat bagi kelompok pengekspor minyak dan pemimpin de facto mereka, Arab Saudi, terutama saat perang Iran menyebabkan guncangan energi dan mengganggu perekonomian global.

Para produsen OPEC di Teluk telah berjuang untuk mengirimkan ekspor melalui Selat Hormuz karena ancaman dan serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas.

Selat ini adalah jalur yang dilewati seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, dan kini ditutup oleh Teheran sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.

Dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), UEA akan menarik diri dari OPEC pada 1 Mei 2026, demikian menurut kantor berita negara, WAM. Keputusan ini sejalan dengan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta pengembangan sektor energinya, termasuk percepatan investasi dalam produksi energi domestik.

“Keputusan ini mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta profil energi yang terus berkembang,” demikian pernyataan tersebut.

“Selama masa bakti kami di organisasi ini, kami telah memberikan kontribusi yang signifikan dan pengorbanan yang lebih besar lagi demi kepentingan semua orang. Namun, sudah saatnya kita memfokuskan upaya kita pada apa yang dituntut oleh kepentingan nasional kita,” lanjut pernyataan itu.

Menurut laporan Al Jazeera, Selasa (28/4/2026), langkah ini diambil setelah Abu Dabhi mengkritik negara-negara Arab lainnya karena tidak berbuat cukup untuk melindunginya dari berbagai serangan Iran selama perang.

Sebagaimana diketahui, negara ini adalah pusat bisnis regional dan salah satu sekutu terpenting Washington. UEA menjadi salah satu negara Teluk yang menjadi target serangan balasan dari Teheran selama perang di Timur Tengah.

Negara ini juga menghadapi masalah dalam hubungannya dengan negara tetangganya, Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar di dunia dan kekuatan dominan di dalam OPEC.

Hingga saat ini, pengiriman minyak dari negara-negara Teluk terhambat oleh blokade Iran terhadap Selat Hormuz, yang melewati UEA.

OPEC adalah kelompok negara-negara penghasil minyak utama yang mengoordinasikan kebijakan produksi untuk memengaruhi pasokan dan harga minyak global.

Didirikan pada 1960, organisasi ini menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam pasokan minyak global, yang memproduksi lebih dari sepertiga pasokan minyak global.(Muh/*)