posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu, 22/4/ 2026 malam. Acara berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh nasional serta ribuan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifky Harsya, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Jawa Timur, Wali Nanggroe Aceh, delegasi wali kota se-Sumatera, serta masyarakat Kota Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga menyerahkan Banda Aceh Collaboration Award 2026 kepada sejumlah tokoh dan pihak swasta sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pembangunan kota.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, yang didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalillah, menyampaikan bahwa usia 821 tahun Banda Aceh bukan sekadar angka, melainkan cerminan perjalanan panjang penuh sejarah, ketahanan, dan harapan.
“Banda Aceh adalah kota yang pernah diuji, pernah jatuh, namun selalu memilih untuk bangkit, belajar, dan melangkah lebih kuat. Hari ini kita tidak hanya melihat kota yang berkembang, tetapi kota yang tahu arah masa depannya,” ujar Illiza.

Ia menegaskan bahwa peringatan HUT ke-821 ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam menguatkan ekonomi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat kebersamaan masyarakat.
Illiza juga mengapresiasi dukungan Asosiasi Gubernur dari seluruh Indonesia yang telah menyalurkan bantuan bagi kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi melalui Pemerintah Kota Banda Aceh.

Menurutnya, Banda Aceh bukan hanya milik warganya, tetapi menjadi rumah bagi seluruh masyarakat Aceh. Hal ini tercermin dari semangat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan kota.
Dalam kesempatan tersebut, Illiza turut mengungkap rencana kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam pengembangan “kota parfum”. Program ini akan memanfaatkan gaharu terbaik dari Kalimantan Timur yang dipadukan dengan minyak nilam khas Aceh.
“Program ini diharapkan tidak hanya menggerakkan ekonomi kota, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani nilam di seluruh Aceh,” katanya.

Menutup sambutannya, Illiza menekankan bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi pada semangat kebersamaan dan rasa memiliki masyarakatnya.
“Kota yang kuat bukan hanya dibangun, tetapi dihidupi bersama. Yang membuat kota hidup bukanlah tenda dan lampu, tetapi manusia yang mengisinya dengan makna,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari mitra, tim pengamanan, TNI-Polri, insan media, hingga masyarakat.
“Kami berharap setiap orang yang datang ke Banda Aceh tidak hanya berkunjung, tetapi pulang dengan membawa cerita bahwa kota ini pernah diuji, namun memilih untuk bangkit,” tutup Illiza.(Hadi)











