Internasional

Harga Minyak Melonjak Usai AS Sita Kapal Iran, Konflik Meningkat

24
×

Harga Minyak Melonjak Usai AS Sita Kapal Iran, Konflik Meningkat

Sebarkan artikel ini
8 Krisis Minyak Pengguncang Dunia: 1973 hingga Kelumpuhan Hormuz.FOTO/Bloomberg Technoz

posaceh.com, Teheran – Harga minyak dunia melonjak setelah Angkatan Laut AS menyita sebuah kapal Iran selama akhir pekan yang kacau.

Teheran pun kembali menembaki kapal-kapal dan memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah membuka jalur air tersebut.

Indeks Brent melonjak hingga 7,9% menjadi US$97,50 per barel, setelah turun lebih dari 9% pada Jumat — saat muncul pelonggaran Selat Hormuz dan perkiraan konflik segera usai. Sementara Indeks West Texas Intermediate (WTI)

Teheran pada Sabtu kembali menutup Selat Hormuz usai menyatakan bahwa blokade AS terhadap kapal-kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran melanggar perjanjian gencatan senjata yang berakhir pada Selasa.

Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal di Teluk Oman setelah kapal tersebut tidak menaati peringatan untuk berhenti saat meninggalkan Selat Hormuz. Ini menjadi insiden pertama dalam blokade yang telah berlangsung seminggu.

Insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah pertukaran pendapat mengenai kemungkinan pembicaraan damai di Islamabad. Padahal, saat itu, Trump mengatakan ia melihat peluang untuk kesepakatan dan pihak Iran menyatakan tidak ada “prospek yang jelas” untuk perjanjian.

“Harapan bahwa perang akan segera berakhir telah sirna selama akhir pekan,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital. “Selat Hormuz tidak pernah dibuka, dan jumlah pasokan yang terganggu terus

“Harapan bahwa perang akan segera berakhir telah sirna selama akhir pekan,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital.

“Selat Hormuz tidak pernah dibuka, dan jumlah pasokan yang terganggu terus bertambah setiap hari.”

Kebuntuan di Selat Hormuz — yang sebelumnya menjadi jalur transit bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari — mengancam akan memperparah krisis energi global. Pelaku pasar kini meragukan prediksi Trump akhir pekan lalu bahwa konflik tersebut akan segera berakhir.

Jalur perairan tersebut hanyalah salah satu dari sejumlah masalah yang belum terselesaikan, yang juga mencakup kemampuan nuklir Iran dan invasi Israel yang sedang berlangsung ke Lebanon.

Konflik ini telah memicu guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya, memperparah tekanan inflasi, dan membebani pertumbuhan ekonomi global.

Dampak global kumulatif dari perang ini akan mulai terlihat minggu ini, dengan survei bisnis dari berbagai negara berpotensi menandakan risiko stagflasi.

Brent untuk penyelesaian Juni naik 6,9% menjadi US$96,58 per barel pada pukul 06.02 pagi di Singapura. WTI untuk pengiriman Mei melonjak 6,7% menjadi US$89,46 per barel.

Kontrak Mei berakhir pada hari Selasa. Kontrak berjangka Juni yang lebih aktif naik 6,5% menjadi US$87,95 per barel.(Muh/*)