Pemerintah Aceh

BKKBN Aceh Perkuat Komitmen Penurunan Stunting dan Program Bangga Kencana dalam Pra-Rakorda 2026

54
×

BKKBN Aceh Perkuat Komitmen Penurunan Stunting dan Program Bangga Kencana dalam Pra-Rakorda 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala DP2KBPP dan PA Aceh Besar Drs Fadhlan, pada Pra-Rakorda tahun 2026 yang digelar di Banda Aceh, Selasa (14/4/2026). FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting dan penguatan Program Bangga Kencana melalui Pra Rapat Koordinasi Daerah (Pra-Rakorda) tahun 2026 yang digelar di Banda Aceh, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan momen strategis untuk mengevaluasi capaian program tahun 2025 sekaligus menyelaraskan arah kebijakan dan implementasi program tahun 2026 di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Pra-Rakorda diikuti oleh jajaran ASN BKKBN Aceh, kepala OPD KB/DP3AKB kabupaten/kota, serta mitra lintas sektor. Turut hadir Bupati Aceh Tenggara H. Muhammad Salim Fakhry bersama anggota DPRK setempat. Rangkaian kegiatan meliputi evaluasi program, pemaparan rencana kerja 2026, penyerahan penghargaan, pengukuhan kelembagaan, hingga diskusi teknis antar daerah.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan pengelola program Bangga Kencana terbaik, sekaligus menekankan pentingnya mempertahankan capaian yang telah diraih.

“Prestasi ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk dipertahankan. Kita harus terus meningkatkan target capaian dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting benar-benar berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Suasana Pra-Rakorda tahun 2026 yang digelar BKKBN Aceh, di Banda Aceh, Selasa (14/4/2026). FOTO/ DOK MPA

Safrina juga menyoroti keberhasilan generasi muda Aceh melalui program Generasi Berencana (GenRe) yang mampu meraih juara pertama tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut.

Sementara itu, Sekretaris Perwakilan BKKBN Aceh, Ihya mengungkapkan, capaian kinerja program menunjukkan tren positif, khususnya dalam pelaporan fasilitas kesehatan yang telah melampaui 90 persen.

“Capaian yang kita raih hari ini adalah hasil kerja kolektif. Namun ini bukan titik akhir, melainkan pijakan untuk memperkuat intervensi yang lebih tepat sasaran, terutama di wilayah dengan capaian yang masih rendah,” tegasnya.

Meski demikian, Ia mengakui masih terdapat sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan, seperti pelayanan KB baru, KB pasca persalinan, serta penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Data evaluasi juga menunjukkan adanya disparitas capaian antarwilayah yang menjadi fokus intervensi pada tahun 2026. Untuk itu, penguatan program pembangunan keluarga seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), UPPKA, serta pemanfaatan aplikasi ELSIMIL terus didorong sebagai strategi hulu dalam menekan angka stunting.

Selain itu, BKKBN Aceh menegaskan pentingnya penguatan program prioritas nasional seperti Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), serta Lansia Berdaya (SIDAYA) melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui Pra-Rakorda tersebut, BKKBN Aceh berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan konsistensi implementasi program, sehingga upaya peningkatan kualitas keluarga dan penurunan stunting dapat berjalan optimal dan berkelanjutan di seluruh wilayah Aceh.(Why/*)