Olahraga

PBVSI Aceh Tegaskan Kepengurusan Solid dan Transparan Jelang Pra PORA

155
×

PBVSI Aceh Tegaskan Kepengurusan Solid dan Transparan Jelang Pra PORA

Sebarkan artikel ini
Ketua Pengprov PBVSI Aceh Ir Mawardi Ali FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh – Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Aceh memberikan klarifikasi resmi terkait sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat dan insan olahraga voli di Aceh.

Ketua Umum PBVSI Aceh, Ir. Mawardi Ali, menegaskan bahwa kondisi organisasi hingga saat ini tetap solid dan mendapat dukungan penuh dari seluruh Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot) se-Aceh.

“Kepengurusan PBVSI Aceh yang sah telah dilantik langsung oleh Ketua Umum KomJend. Pol ( P ) Drs. Imam Sudjarwo M.si Pengurus Pusat PBVSI pada 18 Mei 2024, dan hingga kini tetap didukung oleh seluruh jajaran di daerah,” ujar Mawardi Ali, kepada wartawan, di Banda Aceh, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, PBVSI Aceh juga menekankan bahwa seluruh proses musyawarah di tingkat kabupaten/kota telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. Setiap keputusan, termasuk pemilihan ketua, dihasilkan melalui forum resmi dengan tata tertib yang jelas.

“Semua keputusan merupakan hasil kesepakatan bersama dalam forum resmi, bukan hasil diskusi informal Diwarung – Warung Kopi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

*Mandat Pra PORA Tanpa Pungutan Biaya*

Terkait persiapan Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA), PBVSI Aceh memastikan bahwa seluruh proses penunjukan mandat kepada daerah untuk mengirimkan atlet telah dilakukan secara transparan dan tanpa pungutan biaya.

Langkah ini diambil untuk memastikan partisipasi maksimal dari seluruh kabupaten/kota dalam menjaring atlet terbaik.

Pun demikian, kata mantan Bupati Aceh Besar itu, bahwa dalam rangka menjaga kualitas dan integritas kompetisi, PBVSI Aceh telah menjalankan proses pendaftaran, verifikasi, masa sanggah, hingga penetapan atlet secara terbuka dan sesuai regulasi.

Hal ini dilakukan untuk mencegah keterlibatan atlet dari luar Aceh serta memberikan kesempatan yang adil bagi atlet lokal.

“Sebanyak 15 kabupaten/kota telah dinyatakan siap mengikuti Pra PORA setelah melalui proses verifikasi yang ketat,” ungkap Mawardi.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa PBVSI Aceh juga keterlibatan pengurus provinsi dalam berbagai kejuaraan klub di daerah semata-mata bertujuan untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan event.
“Kehadiran kami bukan untuk intervensi atau keberpihakan , melainkan membantu dari sisi administrasi dan koordinasi, bahkan tanpa biaya,” tambahnya.

Melalui klarifikasi ini, PBVSI Aceh berharap seluruh pihak dapat memahami kondisi yang sebenarnya dan bersama-sama menjaga kondusivitas dunia olahraga, khususnya cabang bola voli di Aceh.

PBVSI Aceh berkomitmen untuk terus menjunjung tinggi prinsip transparansi, profesionalitas, serta sportivitas dalam setiap kegiatan.(Mar)