DaerahPemerintah Aceh

Kepala BNNP Aceh Dedy Tabarani Pecah Bintang Jadi Brigadir Jenderal Polisi

523
×

Kepala BNNP Aceh Dedy Tabarani Pecah Bintang Jadi Brigadir Jenderal Polisi

Sebarkan artikel ini
Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Dr. Dedy Tabarani, SIK MSi FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh – Putra Aceh yang saat ini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh pecah bintang dan resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi menjadi Brigjen Pol Dr. Dedy Tabarani, SIK MSi.

Putra asli Aceh kelahiran Banda Aceh, 15 Oktober 1976, anak pasangan akademisi asal Aceh Besar dan Pidie Jaya ini menjadi simbol kebanggaan baru bagi masyarakat Serambi Mekkah juga Pimpinan dayah Al Mustafa di Blang Bintang

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1999 tersebut dikenal sebagai sosok yang menapaki karier dari bawah dengan dedikasi dan keteguhan integritas. Perjalanan panjang pengabdiannya di institusi Polri akhirnya bermuara pada capaian prestisius.

Pecah bintang satu sebuah tonggak penting yang tidak hanya bermakna secara pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan kolektif masyarakat Aceh.

Penunjukan Brigjen Dedy Tabarani sebagai Kepala BNN Aceh sekaligus menegaskan kepercayaan negara kepada putra daerah untuk memimpin perang melawan narkotika di wilayah yang selama ini menjadi salah satu titik rawan peredaran barang haram tersebut.

Kepercayaan ini mencerminkan keyakinan bahwa sosok yang memahami kultur, karakter sosial, dan dinamika lokal Aceh akan mampu menjalankan tugas secara lebih efektif dan humanis.

Dikenal sebagai figur yang rendah hati dan pekerja keras, Brigjen Dedy tumbuh dari lingkungan keluarga akademisi. Ayahnya merupakan dosen sekaligus mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, sementara ibundanya berasal dari Meurah Dua, Pidie Jaya. Latar belakang inilah yang membentuk karakter kepemimpinan yang kuat, berimbang antara ketegasan dan kearifan lokal.

Pengangkatan Brigjen Pol Dedy Tabarani sebagai Kepala BNN Aceh diharapkan menjadi energi baru dalam upaya pemberantasan narkoba, sekaligus membuka lembaran baru bagi perlindungan generasi muda Aceh dari ancaman narkotika.
Dengan rekam jejak, integritas, dan kedekatan emosional terhadap tanah kelahirannya, masyarakat Aceh menaruh harapan besar pada kepemimpinannya untuk menghadirkan Aceh yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.(Mar/*)