News

Masa Darurat Corona, Harga Bahan Pokok Terkendali

1818
×

Masa Darurat Corona, Harga Bahan Pokok Terkendali

Sebarkan artikel ini
FOTO/ TEUKU AZHARI Masyarakat sedang berbelanja kebutuhan bahan pokok di Pasar Peunayong, Minggu (12/4/2020) sore
FOTO/ TEUKU AZHARI Masyarakat sedang berbelanja kebutuhan bahan pokok di Pasar Peunayong, Minggu (12/4/2020) sore

POSACEH.COM, BANDA ACEH – Pada masa darurat pandemi virus Corona (Covid-19), kita disarankankan untuk melakukan social distancing yaitu mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain dianggap mampu mengurangi kontak tatap muka langsung.

Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai, sehingga secara otomatis berpengaruh terhadap berbagai sektor perekonomian termasuk pendistribusian bahan pangan terlebih setelah Pemerintah memperpanjang masa darurat Covid-19 hingga 29 Mei 2020 mendatang.

 

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Muslem Yacob SAg MPd mengatakan, kebutuhan akan bahan pokok di Aceh aman dan harga terkendali serta relatif stabil. “Keadaan sekarang ini memang perlu kewasdaan bagi seluruh rakyat Aceh, karena sekarang keadaan sedang darurat virus Corona (Covid-19), namun demikian masyarakat tidak perlu panik, karena yang berkaitan dengan semua kebutuhan pokok dan harga stabil,” ujar Muslem Yacob, kepada Media Pos Aceh usai mengikuti Rapat bersama kepala SKPA lainnya di Kantor Percepatan Pengendali Kinerja (P2K) Kantor Gubernur Aceh, di Banda Aceh, Minggu (12/4/2020).

Muslem Yakob mengatakan, pemerintah Aceh berkomitmen menjaga ketersediaan bahan pokok masyarakat di tengah situasi darurat bencana akibat Covid-19 atau virus corona. “Ini penting saya sampaikan kepada masyarakat Aceh, terkait dengan sembako, apalagi menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri dimana masyarakat Aceh lebih terkonsentrasi saat berbelanja dan jumlahnya pun agak meningkat di banding hari biasa. Di sini saya sampaikan kebutuhan bahan pokok aman,” ujar Plt Kadisperindag Aceh.

Plt Kadisperindag Aceh Drs. Muslem Yacop
Plt Kadisperindag Aceh Muslem Yakob SAg MPd

Selain menjaga kestabilan harga, pihaknya juga berkomitmen menjaga keseimbangan supply dan demand untuk barang dan kebutuhan pokok yang dibutuhkan bagi masyarakat. “Dalam upaya menjaga stabilitas tersebut kami dangat meminta dukungan dan peran seluruh stakeholder,” harapnya.

Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh ini menambahkan bahwa kendati stoknya aman, namun dia mengakui kalau harga salah satu bahan pokok yaitu gula sedikit tinggi dari pada saat sebelum darurat Corona. Tingginya harga karena gula yang ada lebih banyak di distribusikan oleh pengusaha.

“Namun masyarakat tidak perlu khawatir, karena harga gula masih di kisaran stabil dan terpenting stoknya aman, kami juga yakin pengusaha tidak akan mematok harga sembarangan, karena kami selalu memantau harga. Apabila ada yang tidak wajar, maka kami tidak segan untuk menegur para pengusaha dan pedagang,” tegas Muslem Yakob.

Selain gula, kebutuhan bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, telur, pihaknya menjamin semua kebutuhan tersebut juga aman. Apalagi beras di Aceh malah surplus gabah. “Jika beras premium habis masih ada beras medium atau beras lokal yang sangat banyak tersedia di pasaran,” ungkapnya.

Terkait akan tibanya bulan suci ramadha, pihaknya telah mengantisipasi kebutuhan sembako, seperti biasa jelang puasa di Aceh ada tradisi meugang, dimana masyarakat Aceh akan banyak menkonsumsi daging. “Kami berupaya menjamin harga daging relatif stabil, seperti tahun tahun sebelumnya, berkisar di harga Rp.180 ribu/ kg. Namun saat ini masih kisaran Rp 130 hingga Rp 140 rb/kg.

“Yang perlu menjadi catatan adalah, seluruh bahan kebutuhan pokok, kita jamin aman, cukup stok, malah beras lebih dari cukup, ikan kita banyak, Alhamdulillah masyarakat Aceh masih sangat banyak rahmat diberikan Allah,” kata Muslem.

 

Terkait harga yang sedikit tinggi seperti gula, itu karena Kemendag sedang kurang produksi gulanya, begitu juga daging, saat meugang kebutuhan agak meningkat, secara garis besar dapat kita simpulkan stok sembako aman, harga relatif stabil, jangan panik dan tetap waspada. “Ingat jangan lupa laksanakan protokol kesehatan, jaga jarak saat belanja, sering cuci tangan dan hindari kerumunan saat bertransaksi,” harap Muslem Yacob.

Sementara itu, sebagaimana pantauan Media Pos Aceh, di Pasar Ulee Kareng berbagai bahan pokok masih stabil, sebagaimana disampaikan Muhammad Nur, pedagang Sembako dan sayuran di pasar tersebut.

Misalnya beras premium isi 10 kg/ sak harganya Rp 150 ribu, beras medium atau lokal isi 15 kg/ sak Rp 170 ribu, telur isi 30 butir/ keping. Rp.40 ribu, gula pasir Rp 19 ribu/kg, minyak goreng curah Rp.13 ribu/kg dan minyak goreng kemasan Rp 15 ribu/ kg.


Sedangkan cabe merah Rp 27 ribu/ kg, cabe hijau Rp 22 ribu/ kg, cabe rawit Rp 22 ribu/ kg, bawang merah Rp 40 ribu/ kg, bawang putih Rp 40 ribu/ kg, tomat Rp 6 ribu/ kg dan Rp.12 ribu/ kg. “Harga berbagai sembako lain dan sayur mayur harganya tidak ada kenaikan, pasokan lancar pembeli belum ramai. Mungkin jelang puasa Ranadhan atau meungang pasti ramai,” ungkap M Nur.

Penjelasan senada juga disampaikan Kamaruzzaman seorang pedagang di pasar Peunayong Banda Aceh, dimana harga sembako relatif stabil, stok aman namun daya beli yang kurang. “Kalau di pasar Peunayong semua harga sembako, daging, ikan hingga kebutuhan dapur lain stabil,” katanya.(T Azhari)