News

‘Sambal Goreng Kentang’ Diopname

1852
×

‘Sambal Goreng Kentang’ Diopname

Sebarkan artikel ini

posaceh.com Banda Aceh – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Banda Aceh bersama tim program kota tanpa kumuh (Kotaku) melakukan peninjauan opname (pemeriksaan) pembangunan rumah sambal goreng kentang yang berlokasi di Dusun Tgk Meunara, Gampong Geuceu Meunara, Jaya Baru, Banda Aceh, Rabu (4/11/2020).

Kepala Dinas Perkim Banda Aceh, Rosdi, ST  melalui Sekretaris Dinas, Kurnia Budi yang hadir dalam peninjauan opname itu mengatakan, peninjauan ini untuk opname memastikan sudah 50 persen pengerjaan pembangunan rumah produksi tersebut.

Dari peninjauan opname ini, katanya, pembangunan gedung rumah produksi terdiri bagian galery dan produksi, secara fisik bangunan sudah 50 persen dikerjakan.

Katanya, bangunan galery untuk ekspose produk-produk yang dihasilkan oleh rumah produksi sambal goreng kentang. Sedangkan di bagian belakang rumah produksi atau pabrik.

Kurnia menyebutkan, program Kotaku tahun ini di Gampong Geuceu Meunara adalah pembangunan rumah produksi sambal goreng kentang. “Dalam tahun ini ada tiga gampong untuk pemberdayaan masyarakat, yaitu Gampong Geuceu Meunara, Setui dan Gampong Lambhuk,” katanya.

“Tiap-tiap gampong berbeda pemberdayaan masyarakatnya, kalau di Geuceu Meunara, tentang makanan. Program Kotaku sangat membantu pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian di gampong-gampong,” ujarnya.

Sebutnya, pembagunan gedung rumah produksi sambal goreng kentang di Geuceu Meunara tersebut, setelah terpilih melalui seleksi untuk tiga gampong (desa) program Kotaku pada 2020. Dua gampong lainnya yaitu Stui dengan program pembangunan pusat jajanan serba ada (Pujasera) dan Gampong Lambhuk melalui program kerajinan.

Pembangunan rumah produksi sambal goreng kentang, yang diawali peletakan batu pertama oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, SE, Ak,  26 Agustus 2020, ditargetkan selesai Desember 2020.

Sesuai tertulis di papan nama proyek,  pembangunan gedung rumah produksi sambal goreng kentang ini bersumber dari dana BPM yang dialokasikan dalam APBN 2020 Rp.938.785.000 dan swadaya masyarakat Rp.1.152.000, ditargetkan selesai Desember 2020.

Di lokasi rumah produksi ini sekaligus dibangun hidran dan drainase yang dana bersumber dari BPM yang dialokasikan pada APBN 2020 sebesar Rp.34.626.000 dan sumber dana swadaya masyarakat Rp.1.077.000.

Sudah 50 Persen

Sementara itu, Koordinator Program Kotaku Banda Aceh, Ika Astuti menyebutkan, tahun ini suatu paket dari program Kotaku yaitu Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) berupa bantuan pemerintah untuk peningkatakan penghidupan masyarakat.

Pada program ini, katanya, untuk Kota Banda Aceh sudah dilakukan seleksi bagi gampong (desa) program Kotaku.

“Kali ini kita melakukan opname fisik 50 persen pembangunan rumah produksi di Gampong Geuceu Meunara, yang dihadiri balai wilayah pemukiman yang diwakili satuan kerja (Satker), Pengembangan Perumahan dan Pemukiman (P2P), Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Banda Aceh selaku dinas terkait, kelompok kerja Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) yang diwakili Bappeda Banda Aceh, serta tim Kotaku Banda Aceh,” ujarnya.

Sebutnya,  bagunan rumah produksi dari opname fisik sudah 50 persen. “Statusnya bahwa pelaksanaan kita pastikan fisiknya sudah 50 persen dengan anggaran terserap Rp 700 juta. Sedangkan sisa anggaran 300 juta lagi sedang proses pencairan,” katanya.

Dilihat bangunannya, katanya, tampak berbeda segi tinggi, rumah produksi tingginya 5,7 meter dan galery empat meter.

Sebutnya, keunggulan dan yang menarik dari Gampong Geuceu Meunara yaitu punya kelompok usaha bersama sambal goreng kentang, “Jadi konsepnya kelompok usaha bersama yang kita bantu,” ujarnya.

Meningkatkan Ekonomi Gampong

Sementara itu, Geuchik Gampong Geuceu Meunara, Aidil Azhari mengatakan, pembagunan rumah produksi tersebut, nantinya sangat bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat gampong.

Katanya, rumah produksi, selain menampung tenaga kerja, juga mempromosikan dan menjual usaha sambal goreng kentang masyarakat Gampong Geuceu Meunara.

Bermanfaat bagi UMKM

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman saat peletakan batu pertama, mengatakan, rumah produksi yang dibangun ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Gampong Geuceu Meunara.

Menurutnya, terealisasinya pembangunan rumah produksi ini sangat bermanfaat di sektor UMKM. Memberikan multiflier effect bagi perekonomian masyarakat kecil, terutama perekonomian warga Geuceu Meunara.

Aminullah mengatakan, hadirnya rumah produksi ini akan mampu menampung tenaga kerja, yang dengan sendirinya akan menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. (Sudirman Mansyur).