News

Jamaah Haji Kloter 2 Asal Aceh Timur Sudah Keluar Asrama Haji, Kembali ke Kampung Asal

577
×

Jamaah Haji Kloter 2 Asal Aceh Timur Sudah Keluar Asrama Haji, Kembali ke Kampung Asal

Sebarkan artikel ini
Minibus pengangkut jamaah haji asal Aceh Timur bersiap berangkat dari Asrama Haji Banda Aceh menuju Idi, Aceh Timur pada Sabtu (29/6/2025) pagi, sekitar pukul 10.35 WIB. FOTO/MUHAMMAD NUR

posaceh.com, Banda Aceh – Jamaah haji kloter 2 asal Aceh Timur sudah keluar dari Asrama Haji, Banda Aceh dengan belasan minibus Toyota HiAce menuju ke kampung halaman masing-masing pada Minggu (29/6/2025) pagi, sekitar pukul 10.35 WIB.

Sebanyak 392 jamaah haji kloter kedua asal Aceh Timur dan Banda Aceh yang diangkut dengan pesawat Garuda Indonesia tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar pada Sabtu (28/6/2025) pagi pukul 06.30 WIB. Satu jamaah kloter 2 meninggal dunia di Mekkah pada 16 Juni 2025, bernama Habibah Haz.

Sebelum menaiki bus menuju Asrama Haji Banda Aceh, petugas Imigrasi Banda Aceh di bandara SIM memeriksa kembali seluruh paspor yang diserahkan oleh ketua kloter. Setelah rampung, satu per satu jamaah menaiki bus yang disediakan oleh pihak Garuda Indonesia.

Rombongan bus jamaah kloter 2 ini tiba di Asrama Haji Banda Aceh sekitar pukul 08.50 WIB dan langsung memasuki Aula Jeddah untuk mengikuti upacara pelepasan oleh Ketua Kloter 2 dengan kata sambutan singkat ‘semoga menjadi haji mabrur’.

Petugas haji membantu membawa barang jamaah haji ke anggota keluarganya yang sudah menunggu di halaman Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (29/6/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Jamaah haji kloter 2 ini berjumlah 386 orang terdiri dari 159 laki-laki dan 227 perempuan, termasuk 6 penyandang disabilitas ditambah 7 petugas haji yang mendampingi selama di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 189 jamaah haji berasal dari Aceh Timur, selebihnya dari Banda Aceh.

Para jamaah haji Banda Aceh dapat keluar dari Aula Jeddah untuk menemui anggota keluarganya yang sudah menunggu di halaman Asrama Haji Banda Aceh, dengan mobil pribadi memenuhi area parkir kendaraan yang dikawal anggota polisi.

Satu per satu jamaah haji Banda Aceh keluar melalui koridor yang telah ditentukan dengan pintu gerbang menuju Aula Jeddah ditutup untuk umum. Kegembiraan terlihat dari raut wajah jamaah haji saat menemui keluarganya, termasuk jamaah kursi roda yang didorong oleh petugas haji.

Anggota keluarga yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB atau sebelum kedatangan rombongan dengan sabar menunggu jamaah haji Banda Aceh keluar menemui mereka mulai sekitar pukul 09.30 WIB.

Para penjemput menunggu di tempat rindang saat jamaah haji mulai keluar satu persatu dari Aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (29/6/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Jamaah haji yang membawa barang bawaan dengan koper disambut anggota keluarganya, ada yang mencium tangan dan juga berpelukan, pertanda kebahagiaan terpancarkan seusai berjuang melaksanakan ibadah haji di bawah menyengatnya sinar matahari di Arab Saudi.

Dari seratusan penjemput, juga terdapat seorang pemuda dari Aceh Timur yang tinggal di Beurawe Banda Aceh menunggu kesempatan menemui keluarganya saat pintu gerbang menuju Aula Jeddah dibuka.

Kesempatan itu diberikan, walau para jamaah haji Aceh Timur sudah bersiap menaiki minibus yang disiapkan oleh Pemkab Aceh Timur untuk membawa pulang mereka. Ada yang berhasil menemui jamaah haji, tetapi ada juga yang tidak berhasil, karena duluan masuk minibus.

Dengan kesigapan petugas haji di Asrama Haji, pelaksanaan pengangkatan barang bawaan jamaah dengan cepat dimasukkan dalam bagasi minibus, sesuai dengan penumpang di dalamnya, sehingga mudah diperiksa saat tiba di Idi, Ibu Kota Aceh Timur.

Diperkirakan, perjalanan rombongan jamaah haji dengan minibus ini yang dikawal mobil polisi antara 10 sampai 12 jam atau sekitar 20.30 WIB sampai 22.30 WIB ke Idi yang nantinya akan disambut oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, sama seperti saat pelepasan ke Banda Aceh.

Dua jamaah haji asal Aceh Timur menemui keluarganya di depan pintu gerbang yang ditutup menuju Aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (29/6/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Dari 189 jamaah haji Aceh Timur, dua di antaranya berasal dari Ranto Peureulak, Aceh Timur, sebuah kawasan perkebunan dan pertanian yang sempat maju pesat pada era 70-an sampai 90-an, kini kembali berbenah dalam berbagai sektor.

Perusahaan pertambangan nasional, Pertamina sempat beroperasi di wilayah ini dari tahun 60-an sampai 70-an, yang dilanjutkan oleh perusahaan Amerika Serikat, PT Asamera sampai tahun 90-an.

Kini, semuanya tinggal kenangan dan masyarakat kembali fokus pada sektor perkebunan sawit, karet, peternakan dan pertanian, selain tambang minyak rakyat yang mulai menyusut.

Selamat kembali ke kampung halaman yang tentunya akan disambut dengan suka cita oleh keluarga saat tiba di rumah. Semoga menjadi haji mabrur dan panutan bagi masyarakat, seperti yang diharapkan oleh Wagub Aceh, Fadhlullah saat melepas kloter 1 untuk kembali ke rumah masing-masing pada Sabtu (28/6/2025).(Muh)