posaceh.com.Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Musriadi Aswad SPd MPd memberikan mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang telah merespons aspirasi warga untuk membenahi pelebaran jalan di kawasan Simpang BPKP menuju arah Ulee Kareng dengan membersikan bangunan.
“Kami sangat mendukung apa yang dilakukan Pemko Banda Aceh membongkar bangunan dan pembersihan sebagai tindak lanjut pelebaran Jalan T Iskandar, mulai dari underpass Beurawe hingga Simpang 7 Ulee Kareng,” tegas Musriadi Aswad, kepada pos aceh, melalui pesan WhatsApp, Senin (26/10/2020).
Menurutnya, aspirasi masyarakat ini telah tertampung pada anggaran perubahan tahun 2020 sehingga perluasan jalan di kawasan itu bisa segera direalisasikan. Dengan begitu kemacetan bisa segera terurai. Apalagi kata dia, di sana terdapat banyak fasilitas publik. Dengan adanya perluasan jalan itu diharapkan bisa mempermudah akses bagi semua pengguna jalan sebagai upaya memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi warga.
“Kami mengapresiasi atas respons cepat Pak Wali Kota Banda Aceh ini dan tentunya jalan ini sangat dinanti-nantikan masyarakat,” kata Musriadi, anggota DPRK Banda Aceh daerah pemilihan Ulee Kareng-Syiah Kuala.
Disampaikan politisi Partai Amanat Nasional (PAN), agar Pemko Banda Aceh terus meningkatkan pembangunan insfratruktur dan program-program kesejahteraan untuk kebutuhan warga kota. “Kami yakin ditangan Pak Aminullah Usman Wali Kota dan Pak Zainal Arifin selaku Wakil Wali Kota berbagai program dan terobosan pembangunan mensejahterakan warganya akan terwujud menuju kota gemilang dalam bingkai syariat Islam,” pungkas Musriadi Aswad, yang juga Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh.
Seperti diberitakan sejumlah media, sejak Minggu (25/10/2020), Pemko Banda Aceh, mulai membongkar sejumlah bangunan di kawasan Simpang BPKP ke arah Ulee Kareng dengan menggunakan alat berat. Pembongkaran itu sebagai tindak lanjut pelebaran Jalan T Iskandar, mulai dari underpass Beurawe hingga Simpang 7 Ulee Kareng.
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, pembongkaran sejumlah bangunan yang ada di sisi kiri Simpang BPKP menuju Ulee Kareng itu delakukan dengan alat berat. Langkah itu dilakukan agar pembersihan lahan untuk pelebaran badan jalan T Iskandar menjadi lebih cepat.
Dipilihnya Simpang BPKP sebagai titik awal pembongkaran karena badan jalan di kawasan itu sempit dan kerap terjadi kemacetan. Terlebih lokasi itu merupakan titik Traffic light (lampu pengatur jalan). “Simpang BPKP termasuk kawasan sempit dan padat lalu lintas, sehingga perlu cepat ditangani,” kata Aminullah.
Selain untuk memecah kemacetan, kawasan menjadi titik awal pembongkaran juga karena memang pembebasan lahannya sudah tuntas beberapa tahun lalu. Sehingga bangunan liar yang masih berdiri di kawasan itu ikut dibersihkan.
“Pembersihan bangunan liar sepanjang 15 meter dari badan jalan itu untuk mengatasi kemacetan di kawasan itu,” ujar Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin mengatakan, pembersihan bangunan liar di sisi kiri Simpang BPKP merupakan langkah awal keseriusan Wali Kota Banda Aceh mengatasi kemacetan di kawasan itu.
Apalagi, katanya, pada jam-jam sibuk di kawasan itu selalu terjadi kemacetan. “Kondisi itu tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemko pun bertindak cepat dengan melakukan pembersihan sejumlah bangunan liar di lahan yang sudah dibebaskan itu,” terangnya. (Adv)











