InternasionalOlahraga

Nasib Timnas Indonesia di Piala AFF di Ujung Tanduk, Laga Lawan Filipina Wajib Menang

1146
×

Nasib Timnas Indonesia di Piala AFF di Ujung Tanduk, Laga Lawan Filipina Wajib Menang

Sebarkan artikel ini
Pemain Timnas Indonesia berpose bersama sebelum laga melawan Myanmar di Stadion Manahan Solo. FOTO/PSSI

posaceh.com, Jakarta – Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2024 harus mampu mengalahkan Filipina dalam laga bigmatch di Stadion Manahan Solo pada Sabtu (21/12/2024) malam. Seri apalagi kekalahan akan membuat Timnas berada di ujung tanduk, karena harus menunggu hasil pertandingan lainnya di Grup B.

Kesempatan ini harus mampu diwujudkan oleh pelatih Shin Tae-yong, tidak ada kata lain, harus memenangkan laga melawan Filipina di kandang sendiri. Bermaterikan pemain muda, kekompakan tim sudah mulai terlihat, hanya saja ujung tombak serangan yang tumpul, seperti laga melawan Vietnam dengan kekalahan tipis 1-0.

Posisi Timnas Indonesia di klasemen sementara Grup B dengan 4 poin dibawah Vietnam dengan 6 poin belumlah aman menuju semifinal. Dua tim Grup B di posisi tiga, Filipina dan Laos 2 poin akan dapat menyalip Timnas Indonesia jika kalah melawan Filipina,

Belum ada tim yang mengamankan tempat ke fase berikutnya, begitu juga tidak ada kubu yang sudah pasti gugur. Kesempatan masih terbuka, tapi dinamika di Grup B turut mempengaruhi nasib tim Garuda. Dua pertandingan tim lain di Grup B yang bermain pada Rabu (18/12/2024) mendatang akan mempengaruhi nasib Indonesia .

Filipina akan melawan Vietnam, sedangkan Myanmar bertemu Laos dan skenario yang menguntungkan Indonesia dengan 4 poin, jika Vietnam menang atas Filipina dan Myanmar seri lawan Laos. Jika hasilnya seperti skenario, maka Vietnam 9 poin, Filipina tetap 2 poin, Myanmar 2 poin dan Laos 3 poin,

Apabila itu terjadi, maka Indonesia akan tetap bertahan sementara di posisi kedua dan tekanan terhadap skuad Garuda akan lebih ringan saat melawan Filipina di laga penutup pada Sabtu (21/12/2024) mendatang. Tetapi jika sebaliknya, Filipina menang lawan Vietnam dan Laos mengalahkan Myanmar, maka Indonesia merosot ke peringkat keempat.

Sehingga, apapun skenarionya, satu hal yang tak boleh terjadi, Indonesia kalah dari Filipina, tetapi harus memenangkan laga di depan puluhan ribu pendukungnya sendiri, karena Timnas Indonesia akan gugur jika dikalahkan Filipina. Sebaliknya, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan akan otomatis lolos jika menang lawan Filipina, seperti dikutip dari CNN, Rabu (18/12/2024).

Bisa saja Indonesia melaju ke semifinal bila bermain imbang, asalkan selisih gol dan produktivitas gol unggul dari tim lain yang punya poin serupa. Tetapi, apapun skenarionya, kemenangan menjadi kata kunci yang harus digenggam tim asuhan Shin Tae Yong jika tak ingin bergantung pada hasil pertandingan tim lain.

Bermain di kandang plus waktu istirahat yang lebih lama dari lawan dapat jadi faktor pendukung bagi skuad Garuda. Shin Tae Yong yang sebelumnya kerap mengubah-ubah susunan pemain dalam starter Timnas Indonesia pun diharapkan tidak lagi ‘coba-coba’ atau eksperimen, sehingga bisa bermain dengan kekuatan terbaik sejak menit awal.

Dengan begitu diharapkan Timnas Indonesia bisa cetak gol cepat dan akan membuat para pemain bisa bermain lebih nyaman ketika sudah unggul. Dari aspek stamina, pemain Timnas Indonesia lebih unggul, karena Filipina hanya punya jeda dua hari setelah lawan Vietnam.

Bermain di kandang sendiri, juga dapat jadi keuntungan karena pemain tak perlu melalui perjalanan panjang ke arena pertandingan. Kekuatan Timnas Indonesia bisa seperti semula karena Marselino Ferdinan sudah bisa kembali berlaga selepas sanksi kartu kuning dobel berujung merah di pertandingan lawan Laos.

Besar kemungkinan Marselino jadi andalan menghadapi Filipina dan pemain 20 tahun itu dapat kembali berperan sebagai playmaker untuk membuka ruang plus mengalirkan bola ke zona pertahanan lawan. Atau bisa juga Marselino digeser ke sayap kanan agar posisi nomor 10 ditempati oleh Victor Dethan.

Pemain yang kerap tampil dari bangku cadangan itu tampil menjanjikan dalam menghidupkan serangan dan membuka peluang. Meski peluang masih terbuka untuk ke semifinal, penampilan Indonesia bukan tanpa catatan. Lagi-lagi, lini depan jadi aspek yang perlu diperbaiki. Kehadiran Hokky Caraka tak berdampak signifikan sebagai ujung tombak, karena peluang lebih banyak hadir dari sisi sayap.

Sejauh ini hanya Muhammad Ferarri dan Kadek Arel yang tercatat sebagai pencetak gol Timnas Indonesia, walau berposisi sebagai bek tengah. Hal lain yang jadi sorotan, masalah dalam permainan terbuka Timnas Indonesia. Dari empat gol yang dicetak, seluruhnya berawal dari lemparan Pratama Arhan.

Adalah hal wajar lemparan ke dalam jadi bagian dari strategi. Tapi jika skema yang sama dilakukan terus-menerus, bukan tak mungkin lawan sudah punya cara untuk mengantisipasinya dan ini perlu jadi perhatian. Dalam hal ini, Shin Tae Yong jadi sosok kunci dalam mengasah variasi pola serangan dan menentukan pemain yang dibutuhkan dalam pertandingan. Hasil dari pertandingan sebelumnya harus bisa jadi pelajaran dalam memburu kemenangan atas Filipina.(Muh/*)

1. Vietnam 6 poin
2. Indonesia 4 poin
3. Filipina 2 poin
4. Laos 2 poin
5. Myanmar 1 poin