NewsOlahraga

61 Pemanah Aceh Bersaing di Seleksi PON

1579
Ketum Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir ketika membuka seleksi daerah. Foto : Dok. Perpani Aceh

posaceh.com, Banda Aceh – Sebanyak 61 pemanah Aceh mengikuti seleksi daerah untuk masuk pemusatan latihan daerah (Pelatda) 2024 sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.

Seleksi yang dimulai Jumat (22/12) berlangsung hingga 24 Desember, dibuka Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir, M.Pd di Lapangan Panahan, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (23/12/2023).

Nyak Amir mengatakan, pemanah yang mengikuti seleksi merupakan peringkat  1 – 10 divisi ronde nasional, compound dan recurve putra – putri di PORA XIV/2022 di Pidie  ditambah satu atlet potensial berprestasi meraih tiga emas Aceh Open dan Popda yaitu Zahra dari divisi nasional. Semua 61 atlet putra dan putri.

Nyak Amir mengatakan dari seleksi ini dijaring 28 atlet divisi ronde nasional, compound, dan recurve ditambah dua atlet willcard divisi nasional yaitu Dion divisi yang selama ini berlatih di UKM panahan Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) peraih emas PORA Pidie 2022 dan akrif mengikuti berbagai kejuaraan selama di Jakarta,  dan Rifki yang selama ini berlatih di Ragunan, Jakarta.

Sebutnya, semua ada 30 atlet yang mengikuti Pelatda sentralisasi dan desentralisasi yang dilaksanakan KONI Aceh, Pengprov dan Pengcab Perpani.

Dalam masa Pelatda ini berlangsung sistim degradasi dan promosi. Pada Maret dievaluasi, ada 8 atlet yang degradasi, tersisa 22 atlet. Sedangkan Juni tahap finalisasi, terdegradasi 4 atlet lagi, sehingga pada Juli – September 2024, sudah 100 persen atau 18 atlet yang siap diturunkan berlomba di PON.

“Seleksi yang kita laksanakan ini final dan mengikat. Berlangsung secara ketat untuk  mendapatkan  atlet yang potensial yang masuk Pelatda Januari 2024,” ujar Nyak Amir.

Sebutnya, jika Pelatda tidak dilakukan di Januari atau Februari masa latihan tidak cukup lagi. Artinya keinginan dicapai jauh dari harapan. “Kita ditargetkan dua medali emas,” katanya.

Para pemanah sedang berlomba pada seleksi PON Aceh. Foto : Dok. Perpani Aceh.

“Kami Perpani Aceh mengharapkan Pemerintah Aceh melalui Dispora Aceh, PB PON dapat memberikan perhatian khusus seperti fasilitas, sarana dan peralatan latihan dan dukungan psikologis yang maksimal sehingga  prestasi yang diharapkan bisa tercapai,” ujar profesor di bidang olahraga ini.

Pola Seleknas

Pada kesempatan sama, Ketua Panitia, Amin Said, SH melalui penanggungjawab seleksi Kolonel Caj (Purn) Dr Ahmad Husein menjelaskan, seleksi mengadopsi pola seleksi nasional (Seleknas) dengan 144 anak panah yang dilepaskan setiap peserta.

Katanya, semua pemanah siap mengikuti seleksi berlangsung tiga hari, 22 – 24 Desember 2023 di Lapangan Panahan Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Sementara itu teknikal delegate (TD) Gagarudi yang didampingi koordinator wasit/juri, Ramli S.Pd, M.Pd menjelaskan, seleksi yang digelar yaitu kualifikasi empat sesi dan eliminasi aduan 10 sesi divisi ronde nasional dan total, berlangsung dua hari. Seleksi ini lebih mencari daya tahan atlet.

Sebutnya, untuk kualifikasi, eliminasi divisi nasional memperlombakan jarak 30, 40 dan 50 meter, setiap atlet melepaskan 144 anak panah, sehingga persaingan sangat ketat, seperti Seleknas. Sedangkan, divisi compound jarak 50 meter dan recurve jarak 70 meter. (Sudirman Mansyur).

Exit mobile version