News

60 Pemuda Tani Indonesia Lulus Program Magang di Taiwan

11
×

60 Pemuda Tani Indonesia Lulus Program Magang di Taiwan

Sebarkan artikel ini
Foto bersama para peserta magang taiwan dari kementerian pertanian menyelesaikan program magang bath 7, di Hotel Caesar Park Taipei, Selasa (20/10/2026). FOTO/ DOK MPA

*Peserta Aceh Perpanjang Kontrak

posaceh.com, Taipei – Sebanyak 60 pemuda tani asal Indonesia menyelesaikan program magang pertanian dan peternakan internasional Foreign Young Farmer Batch 7 di Taiwan. Dari jumlah tersebut, 34 peserta mendapat kesempatan melanjutkan kontrak kerja profesional selama satu tahun, termasuk Teuku Musrian asal Aceh. Kelulusan tersebut ditandai dengan Graduation Ceremony 2026 di Hotel Caesar Park Taipei, Selasa (20/10/2026).

Sementara itu, 26 peserta lainnya akan kembali ke Indonesia untuk menerapkan dan membagikan ilmu serta teknologi pertanian modern yang diperoleh selama mengikuti program.

Teuku Musrian mengaku bersyukur kembali dipercaya oleh perusahaan pertanian di Taiwan untuk melanjutkan masa kerjanya. Pengalaman selama mengikuti program juga memberinya kesempatan beradaptasi dengan lingkungan kerja sekaligus mempelajari penerapan teknologi pertanian modern.

“Alhamdulillah, saya bisa dipercaya dan diperpanjang lagi di perusahaan pertanian di Taiwan. Saya juga sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja dan terus menyerap ilmu pertanian modern untuk membangun Aceh nantinya,” ujar Teuku Musrian melalui sambungan telepon kepada Pos Aceh, Selasa (20/10/2026).

Dalam acara pelepasan, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI Taipei, Ruth Evelin Pasaribu, menyampaikan bahwa para peserta mengalami perubahan selama setahun mengikuti program tersebut, mulai dari menghadapi rasa gugup saat pertama kali tiba hingga memiliki ikatan emosional dengan lingkungan tempat mereka belajar dan bekerja.

“Saya tahu kalian pas awal-awal datang merasa gugup dan takut pertama kali ke Taiwan, tapi hari ini kalian sedih meninggalkan negara ini,” katanya.

Para peserta yang kembali ke Indonesia diharapkan membagikan pengetahuan dan teknologi modern kepada kelompok tani di daerah masing-masing. Adapun peserta yang melanjutkan kontrak kerja di Taiwan diingatkan untuk menjaga integritas, disiplin, dan nama baik bangsa.

Perwakilan mitra industri juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam pengelolaan pertanian dan peternakan modern. Penguasaan teknologi harus diimbangi dengan ketelitian dalam memantau kondisi ternak, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja.

Perwakilan peserta, Nugie Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengalaman selama setahun di Taiwan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk kemandirian, ketahanan mental, kemampuan beradaptasi, dan kerja sama dalam lingkungan multinasional.

Program Foreign Young Farmer Batch 7 melibatkan kerja sama Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ministry of Agriculture Taiwan, Agricultural Technology Research Institute, KDEI Taipei, serta mitra industri pertanian dan peternakan di Taiwan.

Melalui program tersebut, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman internasional untuk meningkatkan keterampilan dan mendorong penerapan teknologi modern dalam pengembangan sektor pertanian Indonesia, termasuk di Aceh.(Mti)