News

4 Tahun Aminullah-Zainal Tingkatkan Sumber Daya Perempuan dan Anak

1779
×

4 Tahun Aminullah-Zainal Tingkatkan Sumber Daya Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
FOTO/ ABDUL MUIZ Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh Cut Azharida, SH

posaceh.com, Banda Aceh – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh Cut Azharida, SH mengatakan pada empat tahun kepemimpinan Aminullah-Zainal sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota telah meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) khususnya perempuan dan anak.

Kepada posaceh.com Cut Azharida di ruang kerjanya, Senin (12/7/2021) mengatakan, pasangan Aminullah-Zainal banyak melahirkan ide dan gagasan yang pro anak dan perempuan.

“Banyak sekali ide dan gagasan pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota dalam meningkatkan kualitas dan layanan warga terhadap perempuan dan anak, maka tak heran jika Kota Banda Aceh mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak,” katanya.

Ia juga menjelaskan, selamat empat tahun Kepemimpinan Aminullah Usman-Zainal Arifin pasangan ini banyak menuai sejumlah pencapaian di berbagai bidang. “Bukan hanya di sektor pembangunan sumber daya manusia dengan IPM nomor dua terbaik nasional saja. Namun juga mengalami kemajuan di sektor lainnya,” jelasnya.

Kepedulian dan fokus pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin terhadap anak-anak dibuktikan dengan program unggulan Kota Banda Aceh dengan mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak, dengan program ini di tahun 2017 Kota Banda Aceh mendapat penghargaan.

“Di tahun 2017 diawal kepemimpinan Aminullah-Zainal Kota Banda Aceh menyabet satu predikat Kota Layak Anak tingkat Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, ini merupakan capaian yang baik diawal kepemimpinan Aminullah-Zainal,” sebutnya.

Selanjutnya, dalam rangka mewujudkan Misi Ke-Tujuh yakni “Memperkuat upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak” Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh pasangan ini juga mendapatkan penghargaan Program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga).

“Di tahun yang sama Kota Banda Aceh juga mendapatkan gelar kota terbaik dalam bidang KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga),” jelas Cut Azharida kepada posaech.com.

Tidak berhenti disitu tahun demi tahun Kota Banda Aceh terus meraih penghargaan, di tahun 2018 Banda Aceh kembali meraih predikat Kota Layak Anak Tingkat Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Cut Azharida juga mengatakan, pada tahun 2019 Banda Aceh mengalami peningkatan status Kota Layak Anak dari Pratama menuju Madya.

“Peningkatan status Pratama menuju Madya adalah bukti jika pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin betul-betul serius dalam mewujudkan mimpi warga Kota Banda Aceh menjadi Kota Layak Anak,” tuturnya.

Capaian prestasi yang diraih oleh pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh tidak hanya cukup sampai disitu saja, Banda Aceh juga meraih penghargaan Sebagai Penginputan Data Aplikasi SIMFONI-PPA terbaik I Tahun 2018.

“SIMFONI-PPA merupakan program Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) telah dijadikan rujukan bagi mekanisme penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, salah satunya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam melakukan inovasi,” sebutnya.

Selain itu, Cut Azharida mengatakan, tahun 2019 Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh mendapatkan Penghargaan Forum Anak mendapatkan Anugerah FATAR Award 2019 Kategori Pelopor Program Favorit.

“Kami memiliki program Forum Anak, dari forum tersebut kita ingin dapatkan informasi yang akurat tentang kebutuhan anak-anak dan program peningkatan sumber daya anak, dan program tersebut mendapatkan penghargaan FATAR Award di tahun 2019,” katanya.

Terakhir, capaian terbaru pada tahun 2020, Kota Banda Aceh mendapatkan Piagam Penghargaan OPD KB atas Pencapaian Pelayanan Sejuta Akseptor pada tanggal 29 Juni 2020.

“Pada peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) tahun lalu kita juga dapat penghargaan dari BKKBN atas pencapaian layanan sejuta akseptor, mudah-mudahan taun ini juga kita dapat kembali meraihnya, mengingat kesadaran warga Kota Banda Aceh terhadap penggunaan alat kontrasepsi sudah tinggi,” ungkapnya. (Adv)