posaceh.com, Bireuen – Program rehabilitasi 2.000 hektar lahan sawah rusak sedang dan optimasi lahan sawah rusak ringan akibat banjir bandang di Kabupaten Bireuen selesai dikerjakan. Kegiatan yang dibiayai Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu dilaksanakan langsung oleh kelompok tani (Poktan) penerima manfaat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE melalui Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli menjawab posaceh.com, di Bireuen, Rabu (15/7/2026).
Katanya, luas lahan sawah rusak sedang yang telah direhabilitasi mencapai 677 hektare. Proses pengerjaannya dimulai Februari 2026. Sedangkan untuk optimasi lahan sawah rusak ringan seluas 1.323 hektare juga sudah selesai dilakukan.
Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen juga sudah membagikan benih untuk seluruh petani yang lahannya masuk program rehabilitasi dan optimalisasi, pascabencana hidrometeorologi Sumatra.
Sementara itu, Bendungan Pante Lhong II yang berada di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, juga telah selesai dibangun secara darurat.
Saat ini, katanya, bendungan tersebut sudah fungsional. Hanya saja air belum bisa dialirkan ke jaringan irigasi karena masih menunggu selesainya perbaikan Aramco di tiga titik di Desa Gunci, Kecamatan Juli.
“Bila tidak ada aral melintang, perbaikan Aramco yang sudah dimulai pada 11 Juli 2026, akan selesai tiga minggu kemudian,” katanya.
Terkait lahan sawah kategori rusak berat, menurut Jubir Pemkab Bireuen ini, telah diajukan program rehabilitasi oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten kepada Kementerian Pertanian.
“Ada 1.091 hektare lahan sawah kategori rusak berat sudah diajukan program rehabilitasi ke Kementerian Pertanian dan informasinya sudah disetujui. Kita tunggu realisasi saja dalam waktu segera,” sebutnya.
Lebih lanjut, Jubir Pemkab Bireuen ini menjelaskan bahwa lahan sawah tadah hujan atau lahan tidak optimal mendapatkan sumber air irigasi, telah difasilitasi pembangunan irigasi pompanisasi (Irpom).
“Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pembangunan 102 unit sumur bor (Irpom) dengan kedalaman 60 meter. Dari jumlah tersebut, 20 unit belum dikerjakan. Seluruh proses dilaksanakan oleh kelompok (poktan),” pungkasnya.(Riza)
