Nasional

12 Tower Transmisi Rusak, Medan Berpotensi Alami Mati Listrik Bergilir Pekan Ini

23
Salah satu tower transmisi PLN yang roboh diterjang hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumut pada Kamis (4/6/2026).FOTO/PLN

posaceh.com, Medan — PT PLN (Persero) menyebut sebagian pelanggan di wilayah Medan dan sekitarnya berpotensi mengalami penghentian sementara pasokan listrik hingga 2 (dua) kali dalam sehari selama kurang lebih satu pekan imbas rusaknya 12 tower transmisi akibat hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Kamis (4/6/2026).

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut Darma Saputra mengatakan pemadaman listrik bergilir merupakan langkah yang diambil PLN untuk menjaga keandalan dan keamanan sistem kelistrikan, serta mencegah gangguan meluas.

Selama proses pemulihan, warga di Medan, Binjai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, serta Langkat berpotensi mengalami mati listrik sebanyak satu hingga dua kali dalam sehari.

Lama durasi pemadaman bervariasi, sekitar 3-4 jam dalam satu kali pengaturan. Pemulihan sistem kelistrikan di Sumut ini pun diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu.

“Durasi sekitar tiga jam pada setiap periode pengaturan,” kata Darma, Sabtu (6/6/2026).

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sumut Efron Lumban Gaol menjelaskan manajemen beban merupakan langkah pengamanan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.

“Pengaturan pasokan listrik dilakukan secara terukur dan bergantian untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan,” ujar Efron.

Efron pun mengatakan pihaknya terus memantau secara real-time dan mengupayakan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan.

Saat ini, lanjutnya, seluruh personel terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik dapat kembali normal.

Selain perbaikan di jalur transmisi yang terdampak, PLN juga membangun tower emergency untuk mempercepat penyaluran kembali pasokan daya ke sistem kelistrikan Sumut.

“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Efron.(Muh/*)

Exit mobile version