NasionalPendidikan

11.272 Pekerja Waskita Karya Geber Pembangunan Sekolah Rakyat 4 Provinsi

21
FOTO/Dok. Waskita Karya

posaceh.com, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk menunjukkan komitmennya untuk mempercepat sejumlah proyek Sekolah Rakyat (SR) di Sulawesi Selatan.

Diketahui, Waskita Karya diamanatkan mengerjakan lima SR meliputi Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng dan Barru.

Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menegaskan realisasi pembangunan proyek telah menembus 81,61% secara keseluruhan.

Fasilitas pendidikan yang masih dalam tahap pembangunan ini ditargetkan akan rampung dan bisa segera beroperasi pada Juli mendatang.

“Waskita secara tegas tetap mengutamakan kualitas dalam pembangunannya. Baik dari segi material maupun struktur bangunannya, karena bangunan sekolah ini harus bisa bertahan lama untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

Tim di lapangan, lanjutnya, berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan SR sesegera mungkin dengan standar mutu serta keamanan kerja yang jadi perhatian penuh mengingat para pekerja bekerja bergantian tanpa mengenal lelah baik itu siang maupun malam.

“Dedikasi tinggi dan kerja keras ribuan pekerja menjadi ujung tombak keberhasilan proyek. Bagi mereka menyukseskan program prioritas pemerintah ini merupakan tujuan utama,” ucapnya.

Bukan hanya bertanggungjawab atas pengerjaan dan pembangunan SR di provinsi Sulawesi Selatan, PT Waskita Karya (Persero) Tbk juga turut dipercaya untuk menjalankan konstruksi SR di tiga provinsi lainnya meliputi:

1. SR Jawa Timur 1 di Kabupaten Gresik, Sampang, Tuban, Jombang, serta Kota Surabaya.

2. SR Sumatra Selatan 1 di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang.

3. SR Aceh 2 di Kota Subulussalam serta Nagan Raya.

Paulus turut membuka informasi seputar jumlah pekerja yang ikut terlibat dalam pembangunan SR di empat wilayah tersebut.

SR di Sulawesi Selatan dikerjakan sebanyak 3.498 orang, SR Jawa Timur dikerjakan hampir 4.000 orang, SR Sumatera Selatan dikarjakan oleh 2.291 orang, dan SR Aceh dikerjakan sebanyak 1.571 orang.

“Total seluruh pekerja di proyek SR menembus 11.272 orang. Termasuk di dalamnya merupakan tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Paulus menegaskan Waskita akan terus serap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang lebih banyak lagi demi menyelesaikan proyek.

Hal ini dinilai bisa memberikan manfaat luas dalam sektor sosial dan ekonomi, menggerakkan sektor informal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi Waskita, pengerjaan gedung SR bukan sekadar menyelesaikan tugas, upaya membangun masa depan bangsa. Proyek ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkulitas, tapi juga investasi jangka panjang untuk anak-anak Indonesia dalam proses belajar mengajar yang merupakan penentu masa depan bangsa,” pungkasnya.(Mub/*)

Exit mobile version