News

100 Tokoh Lintas Profesi Hadiri Silaturahmi KAHMI Aceh

12
×

100 Tokoh Lintas Profesi Hadiri Silaturahmi KAHMI Aceh

Sebarkan artikel ini
100 tokoh lintas profesi menghadiri silaturahmi dan diskusi keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh. Kamis (5/11/2026) malam. DOK/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh – Sekitar 100 tokoh lintas profesi menghadiri silaturahmi dan diskusi keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh bersama Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI yang juga Wakil Menteri Agama RI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., diskusi tersebut berlangsung di Mordern Coffee Pangoe, Banda Aceh, Kamis (5/11/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Romo Syafi’i mengajak keluarga besar KAHMI mengonsolidasikan potensi sumber daya manusia dan jaringan alumni untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional. Ia bahkan mendorong agar alumni HMI mulai mempersiapkan diri untuk tampil dalam kepemimpinan nasional pada masa mendatang.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan itu dihadiri akademisi bergelar profesor dan doktor, pengusaha, birokrat, politisi, serta sejumlah tokoh masyarakat. Turut hadir Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP.

Dalam paparannya, Romo Syafi’i menyoroti besarnya potensi KAHMI yang memiliki jaringan alumni di berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan, parlemen, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun sektor kehidupan masyarakat lainnya.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto merupakan presiden yang paling banyak merekrut alumni HMI untuk menduduki berbagai posisi dalam pemerintahan.

“Presiden yang paling banyak merekrut KAHMI adalah Prabowo Subianto,” ungkap Romo Syafi’i di hadapan keluarga besar KAHMI Aceh.

Ia juga menyampaikan rencana untuk mengundang sekaligus mengusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota kehormatan KAHMI pada momentum Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.

Lebih jauh, Romo Syafi’i melontarkan gagasan agar keluarga besar alumni HMI tidak hanya berkontribusi dalam pemerintahan, tetapi juga mulai mempersiapkan diri untuk mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan nasional, termasuk menghadapi kontestasi politik Pemilihan Presiden 2029.

Menurutnya, pengalaman dan kapasitas alumni HMI yang selama ini telah tersebar di berbagai bidang merupakan modal sosial dan intelektual yang sangat besar. Potensi tersebut perlu disatukan agar dapat melahirkan kepemimpinan yang berintegritas, berkapasitas, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Ia menekankan bahwa hubungan KAHMI dengan pemerintah harus dibangun melalui kontribusi nyata, pemikiran konstruktif, serta dukungan terhadap program-program strategis nasional.

Sebelumnya, dalam sambutannya mewakili Majelis Wilayah KAHMI Aceh, Presidium KAHMI Aceh, H. Ihsanuddin MZ, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI menjadi momentum berharga bagi keluarga besar KAHMI Aceh untuk memperolehi pencerahan, inspirasi, sekaligus memperkuat semangat pengabdian.

Menurut Ihsanuddin, perjalanan panjang Romo Syafi’i dalam organisasi, pengabdian kepada masyarakat, hingga kiprahnya di tingkat nasional memberikan banyak pelajaran bagi para kader dan alumni HMI.

Pengalaman dan perjuangan Romo Syafi’i, mulai dari kiprahnya di KAHMI Sumatera Utara hingga dipercaya menjadi Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, merupakan gambaran konsistensi pengabdian dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Kehadiran Romo Syafi’i malam ini membuat keluarga besar KAHMI Aceh tercerahkan. Kami mendapatkan banyak inspirasi dari pengalaman, perjalanan perjuangan, dan pengabdian beliau selama ini. Ini menjadi pelajaran penting bahwa alumni HMI harus terus mengambil peran dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia,” ujar Ihsanuddin.

Ia juga menekankan pentingnya membangun Indonesia yang lebih inklusif, yakni pembangunan yang memberikan ruang dan kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat serta benar-benar berpihak pada kepentingan umat.

Ihsanuddin berharap pengalaman dan semangat pengabdian Romo Syafi’i dapat menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar KAHMI, khususnya di Aceh, untuk terus memperkuat persatuan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Syafi’i juga memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan Gedung KAHMI Aceh.

Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap penguatan kelembagaan KAHMI di Aceh. Keberadaan gedung itu diharapkan menjadi pusat aktivitas organisasi, ruang silaturahmi, pengembangan pemikiran, serta tempat konsolidasi dan pengabdian keluarga besar alumni HMI.

Dukungan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya infrastruktur kelembagaan sebagai salah satu fondasi untuk memperkuat peran organisasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Diskusi yang dipandu Fadhullah T. M. Daud sebagai moderator berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi.

Sejumlah isu strategis mengemuka, terutama mengenai tantangan pembangunan Aceh, penguatan kualitas sumber daya manusia, kontribusi intelektual alumni HMI, serta pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang refleksi mengenai posisi strategis KAHMI sebagai organisasi alumni yang memiliki modal intelektual, pengalaman kepemimpinan, dan jejaring profesional yang luas.

Bagi Aceh, potensi tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penguatan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pengentasan kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja.

KAHMI diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi dan konsolidasi organisasi, tetapi juga mampu berperan sebagai jembatan antara pemikiran akademis, kebijakan publik, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, kontribusi KAHMI tidak cukup diwujudkan melalui dukungan moral maupun pernyataan organisasi, tetapi harus diterjemahkan menjadi gagasan kritis, rekomendasi kebijakan, dan program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Silaturahmi tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan KAHMI tidak semata-mata terletak pada besarnya jumlah alumni, tetapi pada kemampuan menyatukan gagasan, kapasitas intelektual, jejaring profesional, dan pengalaman kepemimpinan menjadi kekuatan produktif bagi umat, masyarakat, dan bangsa.

KAHMI diharapkan hadir bukan sekadar sebagai penonton perjalanan bangsa, melainkan sebagai kekuatan intelektual yang ikut menentukan arah perubahan melalui pemikiran, kepemimpinan, dan pengabdian nyata bagi Aceh dan Indonesia. Turut hadir Sekretaris Jenderal KAHMI Aceh, Dr. Safwan Nurdin, bersama anggota Presidium KAHMI Aceh lainnya, yakni Syarifah Rahmatilah, Dr Aliman, dan Said Muniruddin, serta sejumlah tokoh dari keluarga besar KAHMI.(Hadi)