posaceh.com, TEL AVIV – Puluhan ribu tentara Israel mengalami disabilitas akibat perang. Pihak penjajah bahkan memperkirakan akan ada seratus ribu penyandang disabilitas tentara Israel pada akhir 2030.
Saluran Televisi Israel KAN melaporkan, para pejabat di lembaga kesehatan Israel memperingatkan bahwa Israel tidak siap menangani ribuan pemukim penyandang disabilitas yang memerlukan rehabilitasi dalam masyarakat Israel setelah meninggalkan departemen rehabilitasi di rumah sakit.
Pada Selasa, situs web Israel Calcalist melaporkan, tentara pendudukan Israel mengumumkan bahwa mereka memperkirakan akan menerima hingga 20.000 klaim disabilitas yang diajukan oleh tentara akibat cedera yang diderita selama perang Gaza pada akhir 2024. Militer penjajah menderita akibat perang di Jalur Gaza, terutama dalam hal cedera parah yang dialami tentaranya, termasuk cacat, amputasi, kelainan bentuk, dan luka bakar di berbagai bagian tubuh, yang menimbulkan kerugian besar bagi Israel.
Kepala Departemen Rehabilitasi Kementerian Keamanan Israel memberi tahu Knesset bahwa lebih dari 4.500 tentara dan personel pasukan keamanan Israel saat ini menjalani perawatan, seperti dilansir media Israel. Lebih lanjut, ia mencatat bahwa sekitar 60 orang, sebagian besar adalah tentara cadangan laki-laki di bawah usia 30 tahun, ditambahkan ke jumlah ini setiap hari.
Ia juga menyebutkan, sejak 7 Oktober, jumlah pasien yang masuk bagian rehabilitasi Kementerian Keamanan meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah total yang masuk sepanjang tahun 2022. Media Israel sebelumnya melaporkan bahwa data departemen tersebut memperkirakan akan ada 100.000 penyandang disabilitas yang diderita tentara Israel pada tahun 2030.
Meski demikian, menurut kantor berita Lebanon, Al-Mayadeen, video yang disiarkan oleh Perlawanan Palestina dan Perlawanan Islam di Lebanon membuktikan bahwa jumlah sebenarnya korban dan cedera yang diderita oleh militer pendudukan Israel jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan oleh pihak penjajah.
Sebelumnya, pasukan penjajahan Israel (IDF) mengungkapkan bahwa sekitar 9.000 tentaranya telah menerima “bantuan psikologis” sejak dimulainya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober. Dari jumlah itu, sekitar seperempat dari mereka belum kembali berperang.
Menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Israel pada Senin, jumlah tentara dan perwira yang terluka telah meningkat menjadi 1,042 sejak dimulainya serangan darat di Gaza pada tanggal 27 Oktober. Jumlah itu termasuk 228 orang terluka parah, sementara jumlah total telah mencapai 2,438 orang terluka sejak 7 Oktober.
Hal ini berdasarkan pernyataan baru yang diungkapkan oleh Korps Medis Angkatan Darat, menurut Channel 12 dan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth. Menurut pernyataan tersebut, hampir 9.000 tentara telah mengajukan permohonan bantuan psikologis sejak awal perang, dan sekitar seperempat dari mereka belum kembali berperang.
Pernyataan itu melanjutkan, “Secara total, sekitar 13.000 tentara reguler dan cadangan memerlukan pendampingan atau perawatan medis pada tingkat tertentu selama pertempuran, dan ribuan dari mereka terluka dalam pertempuran tersebut.”











