Pj Bupati Pidie: Rakor Turun Sawah MTP Rendengan Solusi Persoalan Petani

  • Bagikan
Pj Bupati Pidie Ir H. Wahyudi Adisiswanto saat memberikan sambutan pada Rakor turun sawah Masa Tanam Padi (MTP) Rendengan di tahun 2022 sampai dengan 2023, di Aula Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Pidie, Kamis (22/9/2022). FOTO/ PROKOPIM SETDAKAB PIDIE

posaceh.com, Sigli – Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) turun sawah Masa Tanam Padi (MTP) Rendengan di tahun 2022 sampai dengan 2023.

Adapun Acara Rapat Turun Sawah Masa Tanam padi Rendengan dengan Tema “Peningkatan Peran Petani” melalui Pendampingan penyuluh untuk mewujudkan kemandirian pangan, kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Pidie, Kamis (22/9/2022).

Dalam Rakor tersebut dihadiri Penjabat Bupati Pidie, Ir H. Wahyudi Adisiswanto, ikut mendampingi Pj Bupati pada rakor ini, Kadistanpang Pidie, Hasballah, S.P., M.M., Kadis PUPR Pidie, Buchari, Kabag Prokopim Setdakab Pidie, Teuku Iqbal, para pejabat Distanpang Pidie. Juga turut dihadiri oleh anggota Komisi II DPRK Pidie, Zamzami.

Selain itu, rakor ini juga diikuti oleh instansi terkait seperti, Bappeda, Kabag Perekonomian Setdakab Pidie, Bolog, Statistik, BPN, Dewan Ketahanan Pangan, KTNA, BPSB, para distributor pupuk, Camat dan Keujruen Chik dalam Kabupaten Pidie.

Pj Bupati Ir H. Wahyudi Adisiswanto, dalam pidatonya menegaskan Rakor sangat penting dalam menyamakan persepsi dan tindakan-tindakan, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Gampong, dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Pidie.

“Pemerintah sampai saat ini terus mengupayakan pemantapan ketahanan pangan bagi masyarakat, yang menjadi salah satu prioritas pembangunan pangan di Kabupaten Pidie, yang sudah dikenal sebagai lumbung padi/sentra produksi pangan Provinsi Aceh,” kata Ir H. Wahyudi Adisiswanto.

Ir H. Wahyudi Adisiswanto, menambahkan prestasi ini hendaknya terus kita pertahankan, terlebih semangat dan antusiasme masyarakat yang pantang menyerah dalam mengadopsi teknologi terbaru dan telah menjadikan daerah kita surplus setiap tahunnya.

“Dalam pelaksanaan program pemantapan ketahanan pangan masyarakat, kita akan memasuki MT Rendengan tahun 2022/2023 dengan sasaran areal tanam padi di 22 kecamatan,” katanya.

Pj Bupati Pidie kita sangat berhadap dengan permasalahan ketersediaan air irigasi, bibit unggul, pupuk dan hama penyakit, dengan adanya musyawarah diharapkan dapat melahirkan solusi sebagai acuan bagi petani/ kelompok tani dalam melaksanakan masa tanam Rendengan tahun 2022/2023.

Pj Bupati Pidie Ir H. Wahyudi Adisiswanto foto bersama peserta Rakor turun sawah Masa Tanam Padi (MTP) Rendengan di tahun 2022 sampai dengan 2023, di Aula Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Pidie, Kamis (22/9/2022).
FOTO/ PROKOPIM SETDAKAB PIDIE

“Saya minta kepala dinas Distanpang dan instansi terkait lainnya agar lebih jeli dan tanggap terhadap berbagai permasalahan di lapangan, sehingga pelaksanaan MT Rendengan dapat berjalan seperti diharapkan,” tutur Pj Bupati Pidie.

Bupati Pidie menggambarkan atau prediksinya, pada masa tanaman padi Rendengan saja dalam budidaya sawah, dimana per hektarnya menghasilkan 6,7 ton dengan luas 24.784 hektar, maka produksinya mencapai 166.053 ton atau 166.053.000 kg. Jika dikalikan 1 kg Rp5000 maka pendapatan petani mencapai Rp830 milyar lebih. Demikian perputaran uang di Pidie dalam kurun waktu satu MT Rendengan,” sebut Pj Bupati.

Diakhir pidatonya Pj Bupati harapkan para peserta untuk dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik- baiknya, serta dapat melaksanakan apa yang menjadi kebijakan dan kesepakatan yang telah dirumuskan bersama.
“Terutama dalam menyukseskan penyelenggaraan MT Rendengan tahun 2022/2023, yang bermuara pada peningkatan taraf hidup petani dan keluarganya,” demikian Pj Bupati Pidie.(Harmadi)

 

 

  • Bagikan