Pandemi Mulai Mereda, Pertamina Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat

  • Bagikan
Pertamina bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, kembali berkolaborasi menyelenggarakan vaksinasi untuk masyarakat Indramayu. Foto: Istimewa

posaceh.com, JAKARTA – Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Fajriyah Usman mengatakan untuk tahun ini, program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Langkah ini berbeda saat awal pandemi, tahun 2020-2021.

Kala itu, komposisi CSR lebih konsumtif dengan pengeluaran sekitar Rp 2 triliun. “Dalam artian ini membantu masyarakat dari segi kesehatan, ekonomi, dan bidang lain. Sebagian besar sifatnya donasi untuk membantu masyarakat yang kesulitan supaya mereka dapat bertahan dan mendapat akses kesehatan,” kata Fajriyah dalam acara talkshow bertema Kolaborasi untuk Negeri Menguatkan Ekonomi, Memberdayakan Rakyat yang diselenggarakan pada Kamis (22/9/2022) secara virtual.

Namun, untuk sekarang, fokusnya diubah menjadi pemberdayaan. Karena CSR sendiri lanjut Fajriyah mempunyai dua sifat, yaitu pendanaan dan pembedayaan. Akan lebih bermakna jika ada pelatihan agar membuat program CSR menjadi program berkelanjutan.

Dalam hal ini program yang diberikan bukan hanya selesai dalam satu waktu melainkan juga harus memberikan ownership bagi masyarakat sekitar. “Misal ada program Desa Energi Berdikari di suatu desa untuk membangun solar panel sehingga masyarakat mendapat akses. Tapi tidak hanya itu, masyarakat perlu memahami cara kerja panel, merawat, dan mengembangkan energi dari solar,” ujarnya.

Perkembangan dari program bisa memberikan manfaat lebih ke masyarakat dalam jangka panjang. Jika diambil contoh dari pembangunan solar panel di atas, itu bisa dikembangkan lagi ke hal lain, misal untuk pengelolahan sampah yang ke depannya bisa dikomersialisasikan.

Fajriyah menekankan, program bisa memberikan pendapatan yang berkesinambungan. “Bisa juga dibuat kolam ikan. Ikan-ikan itu nanti bisa diperjualbelikan. Jadi, bukan hanya masuk, berikan akses energi, tetapi ada pemberdayaan yang dilakukan sehingga program akhirnya juga memberikan kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.(Republika.co.id)

  • Bagikan